Skip to main content

Wujudkan Kepedulian Sosial, Walikota Bengkulu Bantu Janda Tua Sebatang Kara

Wujudkan Kepedulian Sosial, Walikota Bengkulu Bantu Janda Tua Sebatang Kara

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menunjukkan kepeduliannya terhadap warganya dengan menyambangi langsung seorang janda tua sebatang kara bernama Yuharni (78) di Jalan Sumatera I, Kelurahan Sukamerindu, Kecamatan Sungai Serut, Senin (28/7/2025).

Kunjungan tersebut bukan hanya sekadar silaturahmi, tetapi juga bentuk nyata perhatian Pemerintah Kota Bengkulu terhadap masyarakat yang membutuhkan. Dalam kunjungan itu, Dedy didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Tony Elfian, Camat Sungai Serut Abriadi, Lurah Sukamerindu Hendra, jajaran Baznas Kota Bengkulu, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Setibanya di rumah kontrakan sederhana yang dihuni Yuharni, suasana haru langsung menyelimuti pertemuan tersebut. Bantuan berupa sembako dan kebutuhan pokok lainnya diberikan langsung oleh Wali Kota Dedy sebagai bentuk kepedulian dan empati atas kondisi Yuharni yang hidup seorang diri tanpa keluarga.

“Saya baru tahu keadaan emak ini, tinggal sendiri dan ngontrak. Sebelumnya saya pernah lihat emak jualan keripik di Kelurahan Kebun Ros, tapi tidak tahu kalau kondisinya seperti ini,” ungkap Dedy dengan mata berkaca-kaca.

Merespons kondisi tersebut, Dedy langsung memberikan jaminan bantuan jangka panjang kepada Yuharni berupa jatah hidup (jadup) sebesar Rp300 ribu per bulan. Bantuan ini merupakan bagian dari program kesejahteraan sosial Pemerintah Kota Bengkulu bagi warga yang masuk kategori rentan secara sosial dan ekonomi.

“Mulai bulan ini emak akan kita bantu jadup Rp300 ribu per bulan. Pemerintah hadir untuk warga seperti emak,” tegas Dedy.

Tak hanya itu, Dedy juga berjanji akan memperbaiki rumah milik Yuharni yang berada di Kelurahan Kebun Ros. Diketahui, rumah tersebut mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian atap, sehingga tak layak huni.

“Insya Allah rumah emak di Kebun Ros akan kita perbaiki. Kita akan upayakan agar emak bisa kembali tinggal di sana dengan nyaman,” tambahnya.

Sambil meneteskan air mata, Yuharni menyampaikan rasa syukur dan haru atas perhatian yang diberikan oleh Walikota dan jajaran. Meskipun pendengarannya mulai menurun, ia tetap berusaha menyampaikan rasa terima kasih dengan suara lirih.

“Emak idak mintak apo-apo, atok daun jadilah, asal bisa balik ke Kebun Ros,” ucapnya sambil menahan tangis.

Mendengar jawaban tulus itu, Dedy pun semakin tersentuh. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus hadir dan membantu warga yang benar-benar membutuhkan, terutama yang selama ini luput dari perhatian.

“Doakan kami selalu sehat dan diberi kekuatan untuk terus membantu warga. Inilah tugas kami, menjaga dan melindungi masyarakat yang membutuhkan perhatian seperti emak,” tutur Dedy.

Sebagai bentuk perhatian pribadi, Dedy juga memberikan tambahan bantuan tunai sebesar Rp500 ribu untuk memenuhi kebutuhan harian Yuharni.

“Ini dari saya pribadi untuk emak. Gunakan untuk beli kebutuhan harian ya, emak,” ujarnya sembari menyerahkan amplop berisi uang tunai.

Yuharni pun tak kuasa membendung rasa syukurnya. Dengan suara terbata, ia hanya mampu mendoakan agar Wali Kota dan seluruh jajaran selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang melimpah.

“Emak idak bisa balas, cuma bisa doakan kamu sehat, murah rezeki,” ucapnya tulus.

Mengakhiri kunjungannya, Dedy juga berpesan kepada Yuharni agar tetap menjaga ibadah, rajin salat, dan terus berdoa kepada Allah SWT.

“Yang penting emak tetap semangat, terus salat dan berdoa. Allah pasti beri jalan terbaik,” pungkas Dedy.

Kisah ini menjadi cerminan bahwa perhatian pemerintah terhadap warganya yang kurang mampu masih sangat dibutuhkan. Aksi nyata seperti yang dilakukan Wali Kota Bengkulu menjadi inspirasi bahwa jabatan bukan sekadar simbol, melainkan amanah untuk melayani masyarakat dengan hati.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra