TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar kegiatan Zikir Akbar yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Tabut 2025. Acara religius ini dilaksanakan di panggung utama Festival Tabut, Lapangan Sport Center Pantai Panjang, Kota Bengkulu, pada Kamis malam (3/7), dan dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai penjuru daerah.
Kegiatan yang penuh khidmat tersebut dibuka langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mewakili Gubernur Bengkulu. Turut hadir sejumlah pejabat pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, serta perwakilan organisasi masyarakat. Zikir dipimpin oleh Kyai Piyatno Ilyas dari Padepokan Thariqoh Shidiqqiyyah yang dikenal luas karena dakwah dan ajaran tasawufnya yang menekankan cinta dan kedekatan dengan Sang Pencipta.
Dalam sambutannya, Herwan Antoni menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar spiritual pemerintah dan masyarakat Bengkulu untuk mengawali tahun baru Hijriah dengan semangat religius dan rasa syukur atas rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Herwan juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam terus mendorong program-program yang berpihak pada kepentingan rakyat.
“Pemerintah Provinsi Bengkulu saat ini sedang berupaya maksimal untuk menyukseskan berbagai program kerakyatan yang dirangkum dalam visi ‘Bantu Rakyat’ di Bumi Merah Putih. Kegiatan zikir ini adalah bentuk manifestasi dari rasa syukur kita atas limpahan rahmat dan karunia Allah SWT, serta sebagai sarana untuk memperkuat keimanan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Herwan.
Acara Zikir Akbar ini tidak hanya menjadi ruang spiritual, tetapi juga sarat akan nilai budaya. Sebagai pelengkap kemeriahan, kegiatan ini turut diramaikan dengan makan jambar—tradisi makan bersama yang menyajikan nasi kuning khas Bengkulu dalam porsi besar. Nasi kuning ini tidak hanya menggugah selera, tetapi juga sarat makna, karena biasa disajikan dalam berbagai upacara adat dan perayaan penting masyarakat Bengkulu.
Herwan menambahkan bahwa momentum tahun baru Islam seyogianya menjadi titik refleksi bagi seluruh masyarakat, baik secara individu maupun kolektif. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai langkah awal memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan.
“Marilah kita jadikan momentum ini untuk merenungi perjalanan hidup kita. Sudah sejauh mana kita menjalankan amanah sebagai hamba Allah dan sebagai warga negara. Saatnya kita memperbanyak ibadah, memperkuat silaturahmi, serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Ia pun berharap, kegiatan Zikir Akbar ini menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menyemarakkan Festival Tabut, tetapi juga menguatkan karakter religius masyarakat Bengkulu. Menurutnya, sinergi antara unsur budaya dan spiritualitas dalam festival ini menjadi kekuatan khas daerah yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
Festival Tabut sendiri merupakan agenda budaya tahunan yang telah masuk dalam 50 besar Kharisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Festival ini tidak hanya mengangkat tradisi Tabut sebagai warisan budaya, tetapi juga dirangkai dengan berbagai kegiatan keagamaan, seni, dan kuliner khas daerah.
Zikir Akbar pada malam Tahun Baru Islam kali ini menjadi penanda bahwa Festival Tabut bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sebagai wadah untuk memperkuat spiritualitas masyarakat. Antusiasme warga yang hadir membuktikan bahwa nilai-nilai religius tetap memiliki tempat istimewa dalam kehidupan sosial masyarakat Bengkulu.
Dengan semangat kebersamaan dan doa yang dipanjatkan bersama, masyarakat Bengkulu menyambut tahun baru Hijriah dengan penuh harapan. Harapan akan kehidupan yang lebih baik, daerah yang lebih maju, serta masyarakat yang semakin taat dan berakhlak mulia.
Pewarta : AMG
Editing : Adi Saputra