TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Insiden dugaan keracunan makanan menimpa puluhan murid Taman Kanak-Kanak (TK) di wilayah Kaliwates, Jember, pada Kamis siang. Hingga malam hari, tercatat sekitar 18 anak mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dari jumlah tersebut, empat anak harus menjalani perawatan intensif (opname) di rumah sakit. Sementara itu, satu anak dirawat di Puskesmas Kaliwates dan satu lainnya di Puskesmas Jember Kidul. Adapun sisanya hanya menjalani rawat jalan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan berasal dari SPPG Mitra Kaliwates 7 yang berlokasi di Jalan Teratai.
Menanggapi kejadian ini, Satuan Tugas (Satgas) MBG menyatakan sikap tegas. Kasatgas MBG yang juga Penjabat Sekretaris Daerah Jember, Achmad Imam Fauzi, menyampaikan bahwa pihaknya akan meminta penutupan SPPG tersebut.
“Satgas akan tegas meminta penutupan SPPG tersebut,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa SPPG tersebut sebelumnya telah beberapa kali mendapat peringatan, karena kerap menjadi bahan keluhan masyarakat melalui kanal pengaduan “Wadul Guse”.
Selain itu, Satgas MBG melalui jaringan lintas institusi akan proaktif melakukan pengecekan terhadap kondisi dapur-dapur penyedia MBG di setiap kecamatan, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Bupati Jember turut menyampaikan penyesalan atas insiden ini dan menyampaikan permohonan maaf kepada para korban serta orang tua murid. Pemerintah Kabupaten Jember berharap peristiwa ini menjadi yang terakhir terjadi di wilayahnya.
Saat ini, penanganan terhadap para korban masih terus dilakukan, sementara pihak terkait juga tengah melakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Pewarta: Roni
Editing: Adi Saputra