TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<<>>>>> Intensitas kejadian kebakaran di Kota Bengkulu sepanjang 2026 masih menjadi perhatian serius. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bengkulu mencatat sebanyak 70 peristiwa kebakaran telah ditangani sejak Januari hingga Agustus 2026.
Puluhan kejadian tersebut tersebar di sejumlah wilayah Kota Bengkulu dengan karakteristik penanganan yang beragam. Selain kebakaran yang terjadi di lingkungan permukiman, petugas juga harus menghadapi kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla yang cenderung lebih sulit dikendalikan ketika berlangsung pada kondisi cuaca panas dan disertai tiupan angin.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bengkulu, Yuliansyah, mengatakan seluruh laporan kebakaran yang masuk langsung mendapat respons dari petugas. Menurutnya, kecepatan penanganan menjadi bagian penting untuk mencegah api menjalar ke bangunan lain maupun kawasan yang lebih luas.
“Dari bulan Januari sampai Agustus ini, total sudah ada 70 kasus kebakaran yang berhasil ditangani oleh tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bengkulu,” ujar Yuliansyah, Selasa (11/8/2026).
Dari total kejadian yang ditangani, sebanyak 20 kasus berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas karena api di lahan terbuka dapat bergerak cepat, terutama ketika vegetasi dalam kondisi kering.
Yuliansyah menyebut kondisi cuaca dalam beberapa waktu terakhir turut meningkatkan risiko kebakaran. Suhu udara yang tinggi ditambah angin kencang dapat membuat api yang awalnya kecil berkembang menjadi kobaran yang sulit dikendalikan.
Karena itu, petugas tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis dalam memadamkan api, tetapi juga harus memperhitungkan arah angin, kondisi medan dan potensi penyebaran api ketika berada di lokasi kejadian.
Di tengah tingginya risiko tersebut, Yuliansyah memberikan apresiasi kepada seluruh personel Damkar dan Penyelamatan Kota Bengkulu. Para petugas disebut terus menjalankan tugas meskipun harus berhadapan langsung dengan situasi berbahaya.
Menurutnya, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap proses pemadaman. Petugas berupaya memastikan kobaran api dapat dikendalikan sebelum menjalar lebih jauh dan menimbulkan kerugian yang semakin besar.
Selain faktor alam dan kondisi cuaca, kebiasaan masyarakat juga menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian. Evaluasi terhadap sejumlah kejadian menunjukkan bahwa kelalaian dalam penggunaan instalasi listrik serta aktivitas membakar sampah secara sembarangan masih berpotensi memicu kebakaran.
Masyarakat diminta tidak menganggap remeh aktivitas yang melibatkan api. Bara yang terlihat kecil dapat menjadi sumber persoalan apabila ditinggalkan tanpa pengawasan, terlebih ketika berada di sekitar material yang mudah terbakar.
Damkar juga meminta warga melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap instalasi listrik di rumah masing-masing. Kabel yang rusak, sambungan tidak sesuai standar maupun penggunaan peralatan listrik secara berlebihan perlu dihindari karena dapat meningkatkan risiko korsleting.
Khusus untuk mencegah Karhutla, Yuliansyah meminta masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan menggunakan metode pembakaran.
Menurutnya, kondisi cuaca panas dan angin kencang membuat api sulit diprediksi. Percikan kecil di lahan terbuka berpotensi menyebar dalam waktu singkat dan mengancam lingkungan sekitar.
“Kami sangat meminta kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat. Tolong hindari memicu api sekecil apa pun di area terbuka, stop membakar sampah tanpa pengawasan, dan jangan membuka lahan dengan cara dibakar,” tegasnya.
Damkar berharap kesadaran masyarakat dapat meningkat sehingga jumlah kejadian kebakaran dapat ditekan hingga akhir 2026. Peran warga dinilai sangat penting karena pencegahan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
Warga Kota Bengkulu yang melihat adanya titik api atau kejadian kebakaran dapat segera menghubungi layanan darurat Damkar melalui nomor (0736) 5523003, 0812-7329-3302, atau Call Center 112 Kota Bengkulu.
Kecepatan masyarakat dalam melaporkan kejadian menjadi faktor penting agar petugas dapat segera menuju lokasi dan melakukan tindakan sebelum api semakin meluas.
Pewarta: Mth
Editing : Adi Saputra