Skip to main content

Aksi Kemanusiaan, Warga Sakit Difasilitasi Pulang ke Keluarga

SATPOL PP Kota Bengkulu bersama Baznas menyalurkan bantuan transportasi pengobatan bagi warga sakit terlantar, guna mendukung pemulihan dan kepulangan ke keluarga.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Kepedulian terhadap warga yang membutuhkan kembali ditunjukkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) Kota Bengkulu. Melalui sinergi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bengkulu, bantuan transportasi pengobatan disalurkan kepada seorang warga bernama Desi Angrina yang sebelumnya ditemukan dalam kondisi memprihatinkan.

Peristiwa ini bermula dari laporan masyarakat yang masuk melalui layanan pengaduan LAPOR SATPOL PP Kota Bengkulu di nomor 0811-7312-876. Dalam laporan tersebut disebutkan adanya seorang perempuan yang mengaku hidup sebatang kara dan sedang dalam kondisi sakit. Ia diketahui menumpang sementara di rumah warga di Kelurahan Jalan Gedang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas SATPOL PP segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Hasilnya, Desi Angrina memang ditemukan dalam kondisi lemah dan membutuhkan penanganan medis. Selain itu, ia juga tidak memiliki tempat tinggal tetap selama berada di Bengkulu.

Kepala SATPOL PP Kota Bengkulu ,Sahat Situmorang,menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat untuk memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan sekaligus mencarikan solusi terbaik. “Kami tidak hanya fokus pada penertiban, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu warga yang membutuhkan, terutama dalam kondisi darurat seperti ini,” ujarnya.

Sebagai bentuk tindak lanjut, SATPOL PP kemudian berkoordinasi dengan Baznas Kota Bengkulu guna memberikan bantuan yang diperlukan. Dari hasil koordinasi tersebut, disepakati penyaluran bantuan berupa dana transportasi dan biaya pengobatan sebesar Rp2.000.000.

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan dan diterima oleh anak kandung Desi Angrina. Dana ini nantinya akan digunakan untuk membantu proses pengobatan sekaligus memfasilitasi kepulangan Desi ke kampung halamannya di Manado, Sulawesi Utara. Diketahui, di sana ia memiliki suami yang diharapkan dapat kembali menjadi tempatnya bernaung dan mendapatkan dukungan keluarga.

Perwakilan Baznas Kota Bengkulu menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program kemanusiaan yang bertujuan meringankan beban masyarakat kurang mampu. “Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, terutama untuk pemulihan kesehatan dan mempererat kembali hubungan keluarga,” katanya.

Sementara itu, pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh SATPOL PP dan Baznas. Mereka mengaku sangat terbantu, terutama dalam kondisi ekonomi yang terbatas.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan kondisi sosial di lingkungan sekitar. Layanan pengaduan seperti LAPOR SATPOL PP terbukti efektif dalam menjembatani kebutuhan warga dengan instansi terkait.

SATPOL PP Kota Bengkulu juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kejadian serupa. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat, diharapkan tidak ada lagi warga yang terlantar tanpa penanganan.

Ke depan, SATPOL PP berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan publik, tidak hanya dalam bidang ketertiban umum, tetapi juga dalam aksi-aksi kemanusiaan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.


Pewarta: Amg

Editing: Adi Saputra