Skip to main content

Antisipasi Banjir, Pemkot Bengkulu Perkuat Infrastruktur Kawasan DAS

Antisipasi Banjir, Pemkot Bengkulu Perkuat Infrastruktur Kawasan DAS

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi kembali turun langsung ke lapangan untuk meninjau sejumlah titik rawan banjir di wilayah Kota Bengkulu. Peninjauan ini dilakukan menyusul meningkatnya debit air Sungai Bengkulu akibat curah hujan tinggi yang terjadi di kawasan hulu dalam beberapa hari terakhir. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya antisipatif pemerintah daerah guna meminimalisasi dampak banjir terhadap aktivitas dan keselamatan masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, Dedy memfokuskan perhatian pada kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang selama ini dikenal sebagai wilayah langganan banjir setiap musim hujan. Beberapa titik yang menjadi sorotan utama di antaranya kawasan Tanjung Agung, Tanjung Jaya, Semarang, Suka Merindu, Sawah Lebar, hingga Rawa Makmur. Kawasan-kawasan ini kerap terdampak banjir akibat luapan sungai dan sistem drainase yang belum optimal.

Dedy menyampaikan bahwa upaya penanganan banjir di sejumlah wilayah telah menunjukkan hasil. Salah satunya di kawasan Tanjung Agung yang kini relatif lebih aman setelah dilakukan peninggian badan jalan beberapa waktu lalu. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat titik lemah yang membutuhkan perhatian serius, khususnya akses jalan utama di wilayah Rawa Makmur yang kerap terendam saat debit air Sungai Bengkulu meningkat.

“Rawa Makmur ini masih menjadi perhatian khusus karena jalur utamanya sering tergenang. Jika ini tidak segera ditangani secara menyeluruh, aktivitas warga bisa terganggu setiap kali hujan deras datang,” ujar Dedy di sela-sela peninjauan.

Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Bengkulu bergerak cepat dengan mengajukan permohonan bantuan kepada Gubernur Bengkulu Helmi Hasan. Upaya koordinasi tersebut membuahkan hasil positif. Pemerintah Provinsi Bengkulu menyetujui rencana peninggian jalan sekaligus pembangunan sistem drainase di jalur utama Rawa Makmur yang berada di bawah kewenangan provinsi. Pekerjaan tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun 2026.

“Alhamdulillah, Bapak Gubernur sudah menyetujui. Sinergi antara pemerintah kota dan provinsi sangat penting karena ruas jalan ini merupakan kewenangan provinsi. Dengan peninggian jalan dan pembangunan drainase yang memadai, diharapkan ini menjadi solusi jangka panjang agar roda ekonomi warga tidak lumpuh saat banjir kiriman datang,” jelas Dedy.

Selain mengandalkan dukungan dari pemerintah provinsi, Pemerintah Kota Bengkulu juga telah mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk perbaikan jalan tanggul di kawasan Rawa Makmur pada tahun ini. Jalan tersebut selama ini menjadi jalur alternatif penting bagi masyarakat setempat, sehingga peningkatan kualitas dan ketahanannya terhadap genangan air dinilai sangat mendesak.

Dedy menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pengendali banjir ini merupakan bagian dari komitmen besar pasangan Dedy-Ronny dalam mempercepat pemerataan pembangunan di Kota Bengkulu. Pada tahun 2026 mendatang, Pemkot Bengkulu menargetkan pembangunan hingga 200 link jalan yang tersebar di berbagai titik kota.

“Pembangunan tidak hanya soal jalan, tetapi juga mencakup perbaikan drainase dalam kota, penataan pasar, serta revitalisasi kawasan wisata dan Ruang Terbuka Hijau. Kami ingin memastikan masyarakat Bengkulu merasa nyaman dan infrastruktur kota semakin kuat serta berkelanjutan,” pungkasnya.

Pewart a: Amg

Editing : Adi Saputra