Skip to main content

Bank Sampah Dari Limbah Sampah ke Pendapatan Ekonomi: Transformasi Kota Bengkulu Menjadi Lebih Bersih dan Menguntungkan

Gubernur Rohidin hadir dan meluncurkan Program Bank Sampah Unit Kota Bengkulu di Jl. Dharmawanita Kelurahan Bentiring Permai, Kota Bengkulu, pada JUMAT (1/12).(ft : Herdianson teropongpublik.co.id )

TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Program Bank Sampah yang dijalankan oleh kader lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu selama dua tahun terakhir telah memberikan dampak positif yang signifikan dalam menangani masalah sampah di Kota Bengkulu. Selain itu, program ini juga telah menjadi sumber pendapatan ekonomi bagi masyarakat.

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, optimis bahwa dengan peningkatan jumlah kader lingkungan, masalah sampah di Kota Bengkulu akan terus teratasi di masa mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Gubernur Rohidin hadir dan meluncurkan Program Bank Sampah Unit Kota Bengkulu di Jl. Dharmawanita Kelurahan Bentiring Permai, Kota Bengkulu, pada JUMAT (1/12).

"Saya sangat mengapresiasi karya dari kader fasilitator yang telah berhasil mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi yang kompetitif," ujar Gubernur Rohidin yang merupakan Gubernur ke-10 Bengkulu.

Menurut Gubernur Rohidin, hal ini dapat terjadi karena pengelolaan sampah rumah tangga oleh Kader Lingkungan di setiap kelurahan telah berhasil mengubahnya menjadi produk kerajinan dengan nilai jual yang tinggi, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga kader.

Tidak hanya sampah rumah tangga, limbah dari sisa sayur dan buah juga telah berhasil dielaborasi menjadi pupuk eco enzim dan kompos selama dua tahun terakhir. Produk-produk ini memiliki manfaat yang signifikan dalam menyuburkan tanah dan tanaman.

"Saya ingin memberikan apresiasi yang besar kepada Kader Lingkungan, Anggota DPRD, dan DLHK Provinsi Bengkulu. Mari terus berlanjut, dan masyarakat harus terus didorong agar kegiatan ini menjadi kebiasaan yang positif," tambahnya.

Gubernur Rohidin, bersama Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Usin Abdisyah Putra Sembiring, Kadis DLHK Provinsi Bengkulu, serta beberapa Kader Lingkungan, turut meninjau produk-produk karya dari pengelolaan sampah yang telah berhasil diubah menjadi produk kerajinan tangan.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Usin Abdisyah Putra Sembiring sebagai inisiator Bank Sampah bersama Kader Lingkungan, dengan dukungan DLHK Provinsi Bengkulu, mengungkapkan bahwa saat ini telah berhasil membentuk 54 Unit Bank Sampah (BSU), termasuk salah satunya di Kelurahan Bentiring Permai.

"Selama dua tahun terakhir, kami telah berupaya untuk melakukan penyadaran kepada masyarakat Kota Bengkulu bahwa limbah sampah dapat dielaborasi, dipilah, dan dikelola. Awalnya kami memulai proyek ini di 25 titik, dan kini telah berkembang menjadi 54 kelompok," jelas Usin Sembiring.

"Dengan usaha ini, kami telah berhasil mengubah sampah dari sekadar limbah menjadi sumber pendapatan. Kini, kelompok rumah tangga yang terlibat dalam program ini tidak lagi membuang sampah sembarangan, mereka memahami nilai dari pengelolaan sampah yang bisa memberikan keuntungan ekonomi," tambahnya.

Program Bank Sampah ini tidak hanya memberikan solusi terhadap permasalahan sampah, tetapi juga telah berhasil menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan memberikan peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kota Bengkulu.

Pewarta : Herdianson

Editing : Adi Saputra