Skip to main content

BAZNAS Bengkulu Gelar Rakorda, Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat se-Provinsi

BAZNAS Bengkulu Gelar Rakorda, Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat se-Provinsi

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Bengkulu menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Provinsi Bengkulu sebagai langkah memperkuat sinergi serta meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di tingkat kabupaten/kota. Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Mercure Bengkulu, Selasa (25/11), menghadirkan para pimpinan daerah dan perwakilan BAZNAS dari seluruh wilayah di Provinsi Bengkulu.

Rakorda tahun ini menjadi wadah penting bagi setiap daerah untuk menyatukan visi, mengevaluasi capaian program, serta merumuskan strategi bersama dalam meningkatkan kinerja penghimpunan dan pendistribusian dana zakat. Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny PL Tobing, turut hadir dan memberikan dukungan terhadap upaya penguatan pengelolaan zakat yang lebih profesional dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, dalam sambutannya menegaskan perlunya kolaborasi lintas lembaga untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap tata kelola zakat. Menurutnya, BAZNAS memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah mengatasi berbagai persoalan sosial, terutama pengentasan kemiskinan. Karena itu, peningkatan kapasitas amil, transparansi penggunaan dana, dan pemanfaatan teknologi perlu menjadi fokus utama.

“Rakorda ini bukan hanya ajang koordinasi, tetapi momentum untuk memastikan bahwa pengelolaan zakat berjalan semakin profesional, transparan, dan tepat sasaran. Ketika kepercayaan masyarakat meningkat, maka potensi zakat juga meningkat, dan pada akhirnya mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi kesejahteraan umat,” ujar Gubernur.

Berbagai isu strategis turut dibahas, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia amil zakat, hingga penetrasi teknologi digital dalam layanan zakat yang dinilai kian relevan di era modern. Pemanfaatan aplikasi penghimpunan zakat, sistem pelaporan berbasis digital, serta integrasi data mustahik menjadi beberapa poin yang didorong untuk diterapkan secara merata di seluruh BAZNAS kabupaten/kota.

Selain itu, Rakorda juga menjadi ruang berbagi pengalaman antar daerah mengenai praktik baik (best practices) dalam pelaksanaan program sosial. Berbagai program unggulan seperti bantuan pendidikan bagi pelajar kurang mampu, layanan kesehatan untuk masyarakat pra-sejahtera, bantuan kebencanaan, hingga program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat turut menjadi pembahasan yang menarik perhatian peserta.

BAZNAS Provinsi Bengkulu menilai bahwa kolaborasi yang kuat antar daerah dapat mendorong efektivitas penyaluran dana zakat, sehingga manfaatnya lebih merata dan tepat sasaran. Melalui koordinasi yang baik, setiap program diharapkan dapat saling melengkapi serta mendorong kemandirian ekonomi mustahik secara berkelanjutan.

Dengan terselenggaranya Rakorda ini, seluruh peserta berharap terbangunnya soliditas dan kesamaan langkah dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat di Provinsi Bengkulu. Zakat tidak hanya dipandang sebagai kewajiban umat Islam, tetapi juga instrumen pembangunan sosial dan ekonomi yang memiliki dampak luas bagi masyarakat.

Rakorda BAZNAS se-Provinsi Bengkulu menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan uluran tangan. Melalui kerja terkoordinasi dan profesional, BAZNAS diyakini mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan umat dan pembangunan daerah

Pewarta: Amg

Editing: Adi Saputra