Skip to main content

Besi Hiasan dan Lampu Taman Kampung Cina Bengkulu Dicuri, Dedy Wahyudi Geram: Fasilitas Publik Bukan untuk Dirusak!

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi saat meninjau proyek penataan kawasan Kampung Cina. Dalam peninjauan tersebut, ia menerima laporan hilangnya besi ornamen penyangga lampu taman akibat dugaan aksi pencurian,

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Upaya Pemerintah Kota Bengkulu mempercantik kawasan bersejarah Kampung Cina agar menjadi destinasi wisata unggulan mendapat hambatan serius. Sejumlah fasilitas publik yang baru dipasang dalam proyek penataan kawasan tersebut justru menjadi sasaran pencurian oleh orang tidak bertanggung jawab.

Ironisnya, aksi pencurian terjadi ketika pekerjaan renovasi masih berlangsung dan belum dinyatakan selesai. Besi ornamen penyangga lampu taman yang baru dipasang dilaporkan hilang. Di lokasi kejadian, pekerja bahkan menemukan bekas potongan gergaji yang diduga digunakan pelaku untuk mengambil material tersebut.

Peristiwa ini sontak menimbulkan kekecewaan, terutama bagi para pekerja yang sedang menyelesaikan pembangunan. Fasilitas yang seharusnya memperindah kawasan sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengunjung malah dirusak sebelum sempat dimanfaatkan masyarakat.

Kejadian tersebut terungkap ketika para pekerja melakukan aktivitas pembangunan seperti biasa. Mereka mendapati sejumlah bagian besi hiasan lampu sudah tidak berada di tempatnya.

Salah seorang pekerja kemudian menyampaikan laporan kepada Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, ketika orang nomor satu di lingkungan Pemkot Bengkulu itu melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan.

"Besi mainan lampu dimaling Pak. Ado jugo bekas digergaji," ungkap pekerja tersebut dengan nada kesal.

Laporan itu memperlihatkan bahwa aksi pencurian tidak hanya menghilangkan material pembangunan, tetapi juga berpotensi menghambat penyelesaian proyek penataan kawasan yang telah dirancang pemerintah daerah.

Menanggapi kejadian tersebut, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyampaikan kekecewaannya. Ia menilai tindakan mengambil fasilitas publik merupakan perbuatan yang merugikan seluruh masyarakat, terlebih fasilitas tersebut dibangun menggunakan anggaran untuk kepentingan bersama.

Menurut Dedy, penataan Kampung Cina merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan wajah baru kawasan bersejarah di Kota Bengkulu. Kawasan ini diharapkan semakin tertata, menarik, dan mampu memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata serta perekonomian masyarakat.

Namun, harapan tersebut tentu sulit diwujudkan apabila masih ada pihak yang tidak memiliki kepedulian terhadap aset dan fasilitas umum.

"Pencurian di kawasan Kampung Cina lagi tahap renovasi oleh Pemerintah Kota Bengkulu, hilang lagi lampu itu. Parah nian. Iya tolonglah, ini kan punya kita bersama, dirawatlah, jangan malah dimaling," ujar Dedy, Kamis (5/11/2026).

Ia mengingatkan bahwa fasilitas yang dibangun pemerintah bukan semata-mata milik instansi tertentu. Seluruh sarana tersebut merupakan aset publik yang manfaatnya akan kembali kepada masyarakat.

Karena itu, menjaga hasil pembangunan harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya dibebankan kepada pemerintah maupun pekerja proyek.

Menyikapi kejadian tersebut, aparat kepolisian dari Polresta Bengkulu dilaporkan telah melakukan penanganan dan berupaya mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas hilangnya material pembangunan.

Pemerintah berharap proses penelusuran dapat segera menemukan titik terang sehingga aksi serupa tidak kembali terjadi di kawasan tersebut.

Selain melibatkan aparat kepolisian, Dedy Wahyudi juga menginstruksikan camat dan lurah setempat agar segera melakukan penelusuran di lingkungan sekitar lokasi renovasi.

Langkah tersebut diperlukan untuk menggali informasi dari masyarakat, mengidentifikasi kemungkinan saksi, serta mengetahui pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan peristiwa pencurian.

Pemerintah kecamatan dan kelurahan diharapkan tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga aktif membangun komunikasi dengan warga guna memperkuat pengawasan lingkungan.

Penataan Kampung Cina memiliki arti penting bagi pengembangan kawasan perkotaan Bengkulu. Sebagai salah satu kawasan yang memiliki nilai sejarah, lokasi tersebut menyimpan potensi untuk dikembangkan menjadi ruang wisata yang menarik sekaligus memperkuat identitas kota.

Melalui renovasi dan pembenahan fasilitas, Pemkot Bengkulu berupaya menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, tertata, dan memiliki daya tarik bagi wisatawan maupun masyarakat lokal.

Apabila pengembangan berjalan sesuai rencana, kawasan ini berpeluang menjadi salah satu tujuan kunjungan masyarakat sekaligus membuka kesempatan ekonomi bagi pelaku usaha di sekitarnya.

Namun, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan pekerjaan fisik dan besarnya anggaran yang digelontorkan. Kesadaran masyarakat dalam menjaga hasil pembangunan juga menjadi faktor penentu keberlanjutan fasilitas tersebut.

Pemkot Bengkulu pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawasi kawasan Kampung Cina, terutama selama proses pengerjaan masih berlangsung.

Warga diminta segera melaporkan kepada aparat atau pemerintah setempat apabila menemukan aktivitas mencurigakan, termasuk orang yang mengambil maupun merusak fasilitas di sekitar proyek.

Pemerintah berharap kejadian ini menjadi peringatan bagi semua pihak agar lebih peduli terhadap aset daerah. Sebab, membangun kawasan wisata membutuhkan kerja keras dan biaya, sementara menjaga hasil pembangunan merupakan tanggung jawab bersama.

Jangan sampai kawasan yang sedang dipersiapkan menjadi kebanggaan Kota Bengkulu justru kehilangan daya tarik akibat ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra