TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Setelah hampir sepekan masyarakat Bengkulu dihadapkan dengan antrean panjang dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), situasi tersebut dipastikan segera membaik. Pihak Pertamina memastikan kapal pengangkut BBM akan bersandar di Pelabuhan Pulau Baai pada Minggu (9/11/2025), membawa pasokan baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sales Area Manager Retail Bengkulu, Mochammad Farid Akbar, mengatakan bahwa kapal tersebut membawa 2.000 kiloliter Pertalite dan 1.000 kiloliter Pertamax, Kedatangan pasokan ini diharapkan dapat memulihkan distribusi BBM yang sempat terganggu dalam sepekan terakhir.
“Besok kapal akan tiba membawa tambahan stok BBM untuk Bengkulu. Setelah proses bongkar muat selesai, kami akan segera melakukan distribusi ke SPBU agar antrean bisa terurai,” ujar Farid usai mengikuti Rapat Koordinasi Forkopimda Provinsi Bengkulu, Sabtu (8/11).
Farid menjelaskan, keterlambatan distribusi BBM terjadi akibat kendala teknis yang dialami pada 3 November lalu. Kondisi tersebut sempat mengganggu pasokan dari terminal utama. Namun, kini Terminal BBM Lubuk Linggau (Sumsel) dan Terminal BBM Kabung (Sumbar) sudah kembali beroperasi normal sehingga suplai ke Bengkulu dapat berjalan lancar.
“Kondisi sudah mulai membaik. Kami terus berkoordinasi agar proses recovery berjalan cepat dan masyarakat bisa mendapatkan BBM tanpa kesulitan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa stok BBM untuk wilayah Bengkulu masih aman dan meminta masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan. “Kami imbau masyarakat tidak melakukan panic buying. Pertamina memastikan ketersediaan BBM cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegas Farid.
Sementara itu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyoroti kembali munculnya persoalan kelangkaan BBM di daerahnya. Ia meminta Pertamina agar memperkuat sistem antisipasi dan komunikasi agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Kelangkaan ini sudah terjadi dua kali sejak saya menjabat gubernur. Jangan sampai terulang yang ketiga,” kata Helmi dengan nada tegas.
Menurutnya, Pertamina seharusnya memiliki langkah mitigasi yang matang serta memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat sebelum situasi memburuk. “Masyarakat berhak tahu sejak awal jika ada kendala distribusi. Jangan menunggu sampai antrean panjang baru dijelaskan. Sama seperti BMKG yang selalu memberi peringatan dini soal cuaca,” ujarnya.
Helmi juga menekankan pentingnya transparansi dan komunikasi publik dari pihak Pertamina untuk menjaga kepercayaan masyarakat. “Ke depan saya minta Pertamina lebih terbuka. Jika ada hambatan teknis atau cuaca, sampaikan segera ke masyarakat agar mereka tidak panik,” pungkasnya.
Dengan rencana kedatangan kapal pengangkut BBM di Pulau Baai dan koordinasi lintas instansi yang dilakukan, diharapkan pasokan BBM di Provinsi Bengkulu segera normal kembali. Pemerintah daerah bersama Pertamina berkomitmen memastikan distribusi berjalan lancar sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat dapat kembali pulih seperti sediakala.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra