TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> Polemik antara Humas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bengkulu dan sejumlah wartawan akhirnya mencapai titik damai setelah kedua pihak dipertemukan dalam sebuah forum mediasi yang difasilitasi langsung oleh Kepala OJK Bengkulu, Ayu Laksmi Syntia Dewi. Pertemuan berlangsung di salah satu kedai kopi di Kota Bengkulu, Selasa (9/12), dalam suasana kekeluargaan yang penuh keterbukaan.
Dalam kesempatan tersebut, Humas OJK Bengkulu, Delpa, menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada para jurnalis yang sebelumnya terlibat dalam insiden ketegangan. Ia menegaskan bahwa tindakannya beberapa waktu lalu dipicu oleh kondisi emosional, dan mengakui bahwa sikapnya tidak mencerminkan standar profesional seorang pejabat humas lembaga negara.
“Saya sampaikan permohonan maaf, khususnya kepada Bang Nasti, Bang Iyud, Bang Ameng, serta Bang Damar. Saya akui bahwa saat itu saya terpancing emosi dan tindakan saya tidak tepat. Harapan saya permohonan maaf ini diterima, dan kita semua bisa bergerak ke depan secara lebih baik,” ujar Delpa di hadapan puluhan awak media Bengkulu.
Menanggapi pernyataan tersebut, Iyud selaku perwakilan jurnalis Bengkulu menilai bahwa insiden yang terjadi semestinya menjadi pelajaran penting bagi seluruh aparat humas, khususnya di instansi publik. Menurutnya, kritik yang disampaikan media jangan diartikan sebagai ancaman, melainkan ruang untuk perbaikan.
“OJK jangan alergi dengan berita-berita tajam atau pahit. Media menjalankan fungsi kontrol agar lembaga publik terus berada pada jalur profesionalisme,” tegasnya.
Ia menambahkan, pers dan humas semestinya saling melengkapi. Media bertugas menyampaikan fakta kepada masyarakat, sementara humas berkewajiban menyediakan informasi yang benar, terbuka, dan bisa dipertanggungjawabkan. Komunikasi yang tidak sehat, kata Iyud, hanya akan menimbulkan kesalahpahaman dan merusak kepercayaan publik.
Sementara itu, Kepala OJK Bengkulu, Ayu Laksmi Syntia Dewi, menegaskan bahwa pihaknya memandang media sebagai mitra strategis dalam penyampaian kebijakan dan informasi lembaga keuangan kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa fungsi humas dan insan pers merupakan garda terdepan dalam memastikan keberlangsungan komunikasi publik yang efektif.
“Media adalah mitra utama kami. Keterbukaan informasi serta akurasi penyampaian pesan menjadi prioritas. Kami akan melakukan evaluasi internal dan memastikan kejadian ini tidak terulang,” ujar Ayu.
Ia turut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh insan pers atas kejadian yang sebelumnya menimbulkan ketegangan. Menurutnya, setiap kritik dan masukan akan menjadi bahan pembenahan bagi OJK Bengkulu dalam memperbaiki pola komunikasi dan pelayanan informasi publik ke depan.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama antara OJK Bengkulu dan wartawan untuk memperkuat sinergi, menjaga etika profesi, mempererat koordinasi, serta membangun pola komunikasi yang lebih sehat, transparan, dan konstruktif demi kepentingan publik. Kedua belah pihak sepakat bahwa harmonisasi hubungan kerja sama menjadi modal utama dalam menciptakan layanan informasi yang akurat dan dapat dipercaya masyarakat.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra