TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Sejumlah nelayan di kawasan Malabero, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, menggelar aksi demonstrasi dengan membakar ban bekas di Jalan Pariwisata, Jumat (8/5/2026). Aksi tersebut dipicu sulitnya nelayan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar setelah seorang pedagang solar diamankan oleh pihak kepolisian beberapa hari lalu.
Aksi yang berlangsung spontan itu sempat menarik perhatian pengguna jalan dan warga sekitar. Para nelayan mengaku kecewa karena pasokan solar yang selama ini digunakan untuk kebutuhan melaut mendadak terhenti, sehingga aktivitas mencari ikan ikut terganggu.
Akibat kelangkaan solar tersebut, banyak nelayan memilih tidak melaut lantaran perahu mereka tidak dapat beroperasi tanpa bahan bakar. Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil tangkapan laut setiap hari.
Salah seorang nelayan Malabero, Ujang, mengatakan aksi pembakaran ban dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus upaya menyampaikan keresahan nelayan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.
“Kami hanya ingin bisa bekerja seperti biasa. Kalau tidak ada solar, kami tidak bisa melaut dan tidak ada penghasilan untuk keluarga,” kata Ujang saat ditemui di lokasi aksi.
Menurutnya, selama ini nelayan kecil sangat bergantung pada pedagang solar yang biasa melayani kebutuhan bahan bakar untuk perahu nelayan. Setelah pedagang tersebut diamankan polisi, para nelayan kesulitan mencari pasokan solar dengan harga yang terjangkau dan mudah diperoleh.
Ia menambahkan, para nelayan berharap ada kebijakan khusus atau solusi cepat dari pemerintah agar distribusi BBM untuk nelayan tetap berjalan tanpa menghambat aktivitas masyarakat pesisir.
“Kami berharap pemerintah memperhatikan kebutuhan nelayan kecil. Solar ini kebutuhan utama kami untuk mencari nafkah,” ujarnya.
Selain melakukan aksi bakar ban, para nelayan juga meminta adanya kepastian mengenai mekanisme distribusi BBM subsidi bagi nelayan agar kejadian serupa tidak terus berulang. Mereka khawatir jika kondisi ini berlarut-larut, ekonomi masyarakat pesisir akan semakin terpuruk.
Hingga aksi berlangsung, situasi di kawasan Jalan Pariwisata Malabero terpantau aman dengan pengawasan aparat kepolisian. Para nelayan berharap aspirasi mereka segera mendapat perhatian sehingga aktivitas melaut dapat kembali normal dalam waktu dekat.
Pewarta :Amg
Editing : Adi Saputra