Skip to main content

Fadli Zon Kunjungi Bengkulu, Soroti Pelestarian Sejarah dan Cagar Budaya

Fadli Zon Kunjungi Bengkulu, Soroti Pelestarian Sejarah dan Cagar Budaya

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, hadir di Provinsi Bengkulu, Rabu (25/2), untuk melakukan kunjungan kerja yang menitikberatkan pada pelestarian situs bersejarah dan pengembangan potensi budaya daerah. Kedatangannya di Bandar Udara Fatmawati Soekarno disambut jajaran pejabat lokal dan sejumlah perwakilan dari masyarakat setempat.

Agenda kunjungan Menteri Kebudayaan kali ini menyoroti sejumlah titik penting dalam sejarah perjuangan bangsa. Di antaranya, Rumah Pengasingan Bung Karno yang menjadi saksi bisu perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia selama masa pengasingannya di Bengkulu pada tahun 1938 hingga 1942. “Tempat ini bukan sekadar bangunan, tetapi saksi sejarah yang mengajarkan kita tentang keteguhan dan pengorbanan,” ujar Fadli Zon saat meninjau lokasi tersebut.

Selain itu, rombongan juga meninjau Masjid Jamik Bengkulu, salah satu masjid bersejarah yang dikenal memiliki keterkaitan dengan Bung Karno. Masjid ini, menurut catatan sejarah, merupakan bagian dari upaya Bung Karno dalam mengembangkan komunitas dan pendidikan keagamaan selama masa pengasingannya. Arsitektur dan nilai historis masjid menjadi fokus perhatian menteri beserta timnya.

Kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi kondisi fisik situs-situs bersejarah serta membahas strategi pengelolaan yang berkelanjutan. “Kami ingin memastikan bahwa cagar budaya di Bengkulu tidak hanya dilestarikan secara fisik, tetapi juga mampu menjadi bagian dari pendidikan sejarah dan daya tarik wisata,” kata Fadli Zon. Pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai program konservasi, restorasi, dan edukasi sejarah yang melibatkan masyarakat lokal.

Selain meninjau situs bersejarah, Fadli Zon dijadwalkan mengikuti kegiatan buka puasa bersama di Benteng Marlborough pada sore hari. Benteng ini merupakan salah satu ikon kolonial Belanda yang tersisa di Kota Bengkulu dan kini menjadi pusat edukasi sejarah serta destinasi wisata budaya. Kegiatan buka puasa bersama di lokasi bersejarah diharapkan dapat memperkuat ikatan antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku budaya lokal.

Kehadiran Menteri Kebudayaan di Bengkulu mendapat sambutan hangat dari warga, tokoh masyarakat, dan pengelola situs budaya. Mereka berharap kunjungan ini tidak hanya sebatas seremoni, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pelestarian dan promosi budaya. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bengkulu menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dan menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya.

Kunjungan kerja Fadli Zon ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya cagar budaya serta mengangkat Bengkulu sebagai salah satu kota yang kaya akan sejarah perjuangan bangsa. Dengan sentuhan perhatian dari tingkat pusat, diharapkan situs-situs bersejarah di Bengkulu dapat lebih dikenal luas, sekaligus memberikan kontribusi pada pariwisata dan pendidikan sejarah nasional.

Sejumlah pengamat menilai, langkah kementerian dalam mengutamakan pelestarian situs sejarah adalah upaya strategis untuk memperkuat identitas nasional sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis budaya. “Sejarah yang terawat dengan baik akan menjadi sumber inspirasi generasi muda dan sekaligus meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai kebangsaan,” ujar salah seorang sejarawan lokal.

Dengan agenda kunjungan yang padat dan menyentuh berbagai aspek sejarah, budaya, dan pendidikan, kunjungan Menteri Kebudayaan ini menjadi momentum penting bagi Provinsi Bengkulu untuk menegaskan peranannya dalam pelestarian warisan nasional.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra