TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah bergerak cepat menanggapi insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa dari SMPN 3 dan SDN 1. Melalui inspeksi mendadak (sidak), pemerintah daerah meninjau langsung dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Kembang Seri 1 pada Jumat (24/04/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons serius guna memastikan keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah berjalan di wilayah tersebut.
Sidak dipimpin oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Bengkulu Tengah, Nurul Iwan Setiawan, didampingi Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah setempat, Roni Vidiansyah, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam peninjauan tersebut, tim melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari bahan baku makanan, proses pengolahan, hingga sistem distribusi makanan kepada siswa. Pemeriksaan dilakukan secara detail untuk memastikan tidak ada pelanggaran standar operasional prosedur (SOP).
Nurul Iwan menyampaikan bahwa sidak ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran langsung kondisi di lapangan sekaligus memastikan bahwa seluruh tahapan pengolahan makanan telah sesuai standar keamanan pangan.
“Secara kasatmata, proses pengolahan hingga penyajian makanan di dapur ini terlihat sudah mengikuti prosedur yang berlaku. Namun demikian, kami tidak ingin berspekulasi. Penyebab dugaan keracunan masih menunggu hasil uji laboratorium,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sampel makanan yang diduga menjadi penyebab insiden telah dikirim ke laboratorium BPOM Bengkulu untuk dilakukan pengujian lebih lanjut. Hasil tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan.
Menurutnya, pengawasan terhadap program MBG harus diperketat agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Ia juga menegaskan bahwa keselamatan siswa merupakan prioritas utama dalam pelaksanaan program tersebut.
Sementara itu, Koordinator BGN Bengkulu Tengah, Roni Vidiansyah, menjelaskan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian ini kepada BGN pusat sesaat setelah insiden terjadi.
Sebagai tindak lanjut, BGN pusat langsung mengeluarkan kebijakan penghentian sementara operasional dapur SPPG Kembang Seri 1.
“Mulai Kamis malam, dapur ini resmi disuspensi sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan. Ini sebagai langkah antisipasi sambil menunggu hasil investigasi lengkap,” jelas Roni.
Ia menegaskan bahwa keputusan pembukaan kembali dapur tersebut akan sangat bergantung pada hasil uji laboratorium serta kondisi lapangan yang dinyatakan aman dan kondusif.
Lebih lanjut, Roni menekankan bahwa BGN tidak akan mentolerir adanya kelalaian dalam pelaksanaan program MBG, terutama yang berkaitan dengan keselamatan penerima manfaat.
“Jika nantinya terbukti ada pelanggaran SOP atau unsur kelalaian, maka sanksi tegas akan diberikan. Bahkan, sanksi terberat berupa pencabutan izin operasional secara permanen bisa saja dijatuhkan,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, mengingat program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah.
Pemerintah daerah pun mengimbau seluruh pihak yang terlibat dalam program tersebut untuk lebih berhati-hati dan disiplin dalam menjalankan setiap prosedur yang telah ditetapkan.
Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan distribusi makanan juga akan dilakukan guna memastikan kualitas dan keamanan makanan tetap terjaga.
Dengan adanya langkah cepat ini, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG tetap terjaga, serta kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra