TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Guncangan gempa berkekuatan 6,3 Skala Richter yang terjadi pada Jumat dini hari mengguncang Kota Bengkulu dan menyebabkan kerusakan cukup parah di sejumlah kawasan pemukiman warga. Kelurahan Betungan menjadi salah satu wilayah terdampak paling serius, terutama di Perumahan Betungan Rafflesia Asri.
Lurah Betungan, Nanto Sinarmas, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan dari para Ketua RT, setidaknya terdapat 50 unit rumah yang mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat. Dari jumlah tersebut, 20 rumah dilaporkan rusak berat. “Dari laporan RT, kami data ada sekitar 50 rumah terdampak. Yang mengalami kerusakan berat ada sekitar 20 rumah, sisanya rusak ringan,” ujar Nanto saat ditemui di lokasi kejadian.
Menurut Nanto, kerusakan paling parah terjadi di RT 48 dan RT 50 yang berada di dalam kompleks Perumahan Betungan Rafflesia Asri. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. “Yang paling terdampak itu di RT 48 dan 50. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan Dandim, Baznas, dan BPBD untuk mendirikan posko bantuan,” tambahnya.
Pihak Basarnas telah turun langsung memberikan bantuan awal berupa makanan bagi warga terdampak. Sementara itu, BPBD akan menyalurkan bantuan berupa tenda-tenda darurat yang akan didirikan di sekitar rumah-rumah yang rusak. “Tadi pagi bantuan makanan sudah sampai dari Basarnas, dan BPBD dalam perjalanan membawa tenda untuk warga,” jelas Nanto. Ia juga menyebutkan bahwa Gubernur Bengkulu telah meninjau lokasi bersama Kepala Dinas PUPR untuk melihat langsung kondisi di lapangan.
Julianto, salah satu warga RT 50 yang rumahnya mengalami kerusakan parah, menceritakan pengalaman mengerikan saat gempa terjadi. Rumahnya nyaris rata dengan tanah dengan tingkat kerusakan mencapai 90 persen. Bahkan mobil pribadinya, Toyota Calya berwarna merah dengan nomor polisi BM 1540 SX, juga ikut rusak parah tertimpa reruntuhan. “Saya mengalami luka lecet karena tertimpa tembok dan plafon. Istri dan anak saya juga sempat berada di dalam rumah saat kejadian, tapi syukurlah kami selamat,” ungkap Julianto yang bekerja sebagai satpam. Ia memperkirakan kerugian yang dideritanya mencapai Rp 100 juta.
Tak hanya rumah warga, gedung fasilitas publik pun ikut terdampak. Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kerusakan di Gedung Balai Buntar, salah satu gedung serbaguna di kota tersebut. Plafon bagian dalam gedung tersebut ambruk. Padahal, ruangan itu sedang dalam persiapan untuk acara pernikahan dan sudah dipasangi pelaminan.
Hingga kini, pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait terus melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan ke titik-titik terdampak. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan mengikuti arahan dari petugas lapangan.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra