TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang melanda Kota Bengkulu pada sore hari menjelang pergantian Tahun Baru 2026. Kondisi tersebut terjadi secara tiba-tiba dan berdampak pada aktivitas masyarakat, khususnya di sejumlah ruas jalan utama yang sebelumnya dipadati kendaraan.
Sejak siang hingga sore hari, Kota Bengkulu terpantau ramai oleh aktivitas warga yang memanfaatkan waktu untuk berbelanja kebutuhan perayaan malam tahun baru. Pusat perbelanjaan, kawasan kuliner, serta jalan protokol dipadati kendaraan roda dua maupun roda empat. Kemacetan lalu lintas pun tak terhindarkan di beberapa titik, terutama di kawasan pusat kota dan jalur menuju lokasi wisata.
Namun, situasi berubah drastis menjelang waktu Magrib. Hujan dengan intensitas tinggi mulai turun disertai tiupan angin kencang yang melanda hampir seluruh wilayah kota. Langit yang semula cerah berubah mendung, sementara jarak pandang pengendara menurun akibat derasnya hujan.
Kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar masyarakat memilih menghentikan aktivitas di luar rumah. Jalan-jalan yang sebelumnya padat perlahan mulai lengang. Sejumlah pedagang kaki lima terlihat menutup lapak lebih awal demi menghindari risiko akibat cuaca buruk. Aktivitas di ruang terbuka pun menurun signifikan, menciptakan suasana kota yang mendadak sepi.
Selain berdampak pada aktivitas warga, hujan dan angin kencang juga memicu gangguan kecil di beberapa lokasi. Dahan pohon dilaporkan patah dan berserakan di tepi jalan, sementara genangan air mulai terlihat di kawasan yang memiliki sistem drainase terbatas. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan besar maupun korban jiwa akibat cuaca ekstrem tersebut.
Warga Bengkulu diimbau untuk tetap waspada menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu, terutama menjelang puncak perayaan malam tahun baru. Pengendara diminta berhati-hati saat melintas di jalan raya karena permukaan jalan licin dan potensi pohon tumbang akibat angin kencang.
Sejumlah warga mengaku memilih menunda rencana keluar rumah dan memusatkan perayaan tahun baru bersama keluarga di dalam rumah. Mereka menilai keselamatan lebih penting dibandingkan memaksakan diri beraktivitas di tengah cuaca ekstrem.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan cuaca dan kesiapsiagaan personel di lapangan. Masyarakat juga diharapkan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang serta menghindari aktivitas di luar rumah apabila cuaca memburuk.
Cuaca ekstrem yang melanda Kota Bengkulu menjadi pengingat bahwa faktor alam dapat berubah sewaktu-waktu dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Kewaspadaan dan kesiapan bersama menjadi kunci agar pergantian tahun dapat dilalui dengan aman dan kondusif.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra