TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Momentum peringatan Dies Natalis ke-44 Universitas Bengkulu dimanfaatkan sebagai ajang mempererat hubungan antaralumni melalui kegiatan temu alumni dan pengukuhan Ikatan Alumni (IKAL) se-UNIB. Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum IKAL UNIB Helmi Hasan menegaskan pentingnya membangun kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan demi kemajuan almamater.
Acara yang dirangkai dengan talkshow bertema “Sinergi Alumni Berdampak: Peluang dan Tantangan Kolaborasi Strategis Alumni UNIB dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045” itu dihadiri sejumlah tokoh penting. Turut hadir Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, Rektor UNIB Indra Cahyadinata, serta civitas akademika dan alumni lintas angkatan. Kehadiran berbagai unsur ini memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun jaringan alumni yang solid.
Dalam sambutannya, Helmi Hasan menyoroti peran strategis alumni sebagai mitra kampus dalam menjawab berbagai kebutuhan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Ia menyampaikan bahwa kontribusi alumni harus selaras dengan arah kebijakan dan kebutuhan yang disampaikan pihak universitas.
Salah satu langkah konkret yang langsung disampaikan adalah komitmen IKAL UNIB untuk mendukung program beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Menurut Helmi, dukungan ini menjadi bentuk nyata kepedulian alumni terhadap akses pendidikan bagi mahasiswa yang membutuhkan.
“Alumni tidak boleh hanya menjadi penonton. Ketika kampus membutuhkan dukungan, kita harus hadir dengan solusi. Terkait KIP Kuliah, kami siap memfasilitasi sesuai kebutuhan agar mahasiswa bisa terus melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya,” ujarnya di hadapan peserta yang memadati acara.
Lebih jauh, Helmi menilai bahwa kekuatan alumni dapat menjadi motor penggerak kemajuan universitas jika dikelola secara terorganisir dan profesional. Ia mendorong IKAL UNIB untuk mencontoh pola kolaborasi yang telah diterapkan oleh alumni dari kampus-kampus besar di Indonesia.
Menurutnya, keberhasilan jejaring alumni bukan hanya ditentukan oleh jumlah, tetapi oleh kekompakan dan kemampuan untuk saling mendukung dalam berbagai sektor. Alumni UNIB, lanjutnya, saat ini telah tersebar di berbagai bidang strategis, mulai dari pemerintahan, dunia usaha, hingga tingkat nasional.
“Potensi ini harus kita optimalkan. Kita perlu membangun sistem yang mampu menghubungkan alumni dengan peluang-peluang strategis, sekaligus membuka jalan bagi lulusan baru untuk berkembang,” tambahnya.
Helmi juga mengingatkan pentingnya mengesampingkan ego sektoral demi kepentingan bersama. Ia menekankan bahwa sinergi hanya dapat terwujud jika seluruh alumni memiliki visi yang sama dalam memajukan almamater.
Dalam konteks yang lebih luas, ia mengaitkan peran alumni dengan upaya mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045. Menurutnya, perguruan tinggi seperti UNIB memiliki tanggung jawab mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia optimistis bahwa dengan kolaborasi yang kuat antara alumni dan kampus, UNIB dapat terus melahirkan generasi berkualitas yang menjadi kebanggaan bangsa.
“Universitas Bengkulu harus menjadi sumber inspirasi bagi lahirnya putra-putri terbaik bangsa. Dengan kebersamaan, kita bisa mendorong kemajuan yang lebih besar, tidak hanya untuk kampus, tetapi juga untuk daerah dan Indonesia secara keseluruhan,” ungkapnya.
Kegiatan temu alumni ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat jaringan dan komunikasi antaralumni. Selain sebagai ajang silaturahmi, forum ini juga membuka ruang diskusi terkait peluang kerja sama, pengembangan program, serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Dengan semangat kebersamaan yang terus dibangun, IKAL UNIB diharapkan mampu menjadi wadah yang produktif dan berdampak luas. Kolaborasi yang terjalin tidak hanya akan memperkuat posisi Universitas Bengkulu sebagai institusi pendidikan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Provinsi Bengkulu dan Indonesia di masa depan.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra