Skip to main content

Bengkulu Bersinar, Walikota Dedy Wahyudi Gandeng Lintas Agama Perangi Narkoba

Wali Kota Dedy Wahyudi Gandeng Tokoh Lintas Agama, Perkuat Gerakan Kota Bengkulu Bersih dari Narkoba

TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus memperkuat langkah strategis dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggandeng tokoh lintas agama untuk berperan aktif dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba yang mengancam masa depan generasi muda.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Silaturahmi dan Pertemuan Tokoh Lintas Agama bertema Penguatan Peran Tokoh Agama dalam Mewujudkan Kota Bengkulu Bersih dari Narkoba (Bersinar) yang berlangsung pada Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bengkulu dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Bengkulu, Dr. H. Dedy Wahyudi, S.E., M.M.

Selain Wali Kota, acara tersebut juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bengkulu, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para pemuka agama dari berbagai keyakinan yang ada di Kota Bengkulu.

Dalam sambutannya, Dedy Wahyudi menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum maupun pemerintah semata. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus mengambil peran, terutama tokoh agama yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter dan moral masyarakat.

Ia menilai para pemuka agama memiliki kedekatan emosional dengan umat dan jamaah sehingga pesan-pesan moral yang disampaikan akan lebih mudah diterima oleh masyarakat. Karena itu, ia berharap materi tentang bahaya narkoba dapat terus disampaikan dalam berbagai kegiatan keagamaan maupun forum sosial kemasyarakatan.

“Tokoh agama merupakan garda terdepan dalam membangun kesadaran moral masyarakat. Kami berharap pesan-pesan tentang bahaya narkoba terus digaungkan sehingga masyarakat, khususnya generasi muda, semakin memahami dampak buruk penyalahgunaan narkotika,” ujar Dedy.

Menurutnya, ancaman narkoba saat ini bukan hanya persoalan hukum, tetapi telah menjadi masalah sosial yang dapat merusak masa depan keluarga, lingkungan, hingga pembangunan daerah. Oleh sebab itu, diperlukan pendekatan yang menyentuh aspek spiritual dan pembinaan karakter agar upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyoroti meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap aktivitas geng motor dan berbagai bentuk kenakalan remaja yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Ia mengajak para tokoh agama untuk turut memberikan edukasi kepada para orang tua agar lebih aktif mengawasi pergaulan anak-anak mereka.

Dedy menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai agama dan perhatian keluarga merupakan benteng utama untuk mencegah anak-anak terjerumus ke dalam perilaku negatif. Menurutnya, pendekatan persuasif melalui lingkungan keluarga dan komunitas keagamaan menjadi langkah penting dalam membangun generasi yang berakhlak dan produktif.

“Selain ancaman narkoba, kita juga harus bersama-sama mengantisipasi pengaruh geng motor dan berbagai bentuk kenakalan remaja. Keterlibatan tokoh agama sangat dibutuhkan untuk memberikan pemahaman moral dan membangun kesadaran sejak dini,” katanya.

Sebagai bentuk keseriusan dalam mendukung program Kota Bengkulu Bersinar, Pemkot Bengkulu telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pemberantasan Narkoba. Regulasi tersebut menjadi dasar hukum dalam memperkuat berbagai program pencegahan, sosialisasi, rehabilitasi, hingga penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga telah menginstruksikan pembentukan Tim Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) hingga ke tingkat kelurahan. Tim ini diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam mendeteksi dini serta mengedukasi masyarakat terkait ancaman narkoba di lingkungan masing-masing.

Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, aparat keamanan, BNN, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman dari pengaruh narkotika.

Melalui sinergi yang semakin kuat tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu optimistis mampu menekan angka penyalahgunaan narkoba sekaligus mencegah meningkatnya kenakalan remaja. Langkah ini menjadi bagian dari visi besar Pemkot Bengkulu dalam menciptakan kota yang aman, religius, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, Kota Bengkulu diharapkan dapat menjadi daerah yang tangguh dalam menghadapi ancaman narkoba serta mampu melahirkan generasi muda yang berkualitas, berprestasi, dan berkarakter kuat demi masa depan daerah yang lebih baik.Keterangan
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra