TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu mulai mematangkan langkah strategis untuk memperluas layanan pendidikan anak usia dini melalui penyusunan Grand Design Strategi Implementasi Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah. Program ini diarahkan untuk memastikan anak-anak memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan prasekolah sebelum melanjutkan ke jenjang sekolah dasar.
Pembahasan tersebut dipimpin Bunda PAUD Kota Bengkulu, Ny. Dian Fitriani Wahyudi, dalam Rapat Koordinasi dan Finalisasi Grand Design yang berlangsung pada Selasa (20/10/2026). Pertemuan digelar di Ruang Hidayah II, Kantor Wali Kota Bengkulu, kawasan Bentiring, dengan melibatkan jajaran pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Hadir dalam agenda itu Asisten I Sekretariat Daerah Kota Bengkulu Alex Periansyah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu Ilham Putra, serta sejumlah perwakilan perangkat daerah dan pihak terkait lainnya.
Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari persiapan untuk merumuskan arah pelaksanaan program wajib belajar satu tahun prasekolah yang direncanakan menjadi pedoman pada 2027.
Dalam pembahasan tersebut, Dian Fitriani Wahyudi menekankan pentingnya memberikan pengalaman belajar sejak usia dini, khususnya bagi anak berusia 5–6 tahun. Pendidikan prasekolah tidak hanya berorientasi pada pengenalan kemampuan akademik, tetapi juga membantu membentuk kesiapan anak menghadapi lingkungan sekolah.
Menurutnya, masa sebelum memasuki sekolah dasar merupakan tahap penting dalam perkembangan anak. Melalui layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), anak dapat mengembangkan rasa percaya diri, belajar berkomunikasi, membangun hubungan sosial, serta mengenal kegiatan belajar secara bertahap.
Persiapan tersebut diharapkan membuat anak lebih siap mengikuti proses pembelajaran ketika memasuki jenjang pendidikan dasar. Karena itu, akses terhadap layanan prasekolah perlu diperhatikan agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pengalaman pendidikan awal.
Upaya ini juga membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga penyelenggara PAUD, tenaga pendidik, keluarga, hingga unsur masyarakat yang memiliki perhatian terhadap tumbuh kembang anak.
Grand Design yang sedang dimatangkan Pemkot Bengkulu mencakup tiga fokus utama, yaitu perluasan akses pendidikan, peningkatan mutu layanan, serta penguatan tata kelola penyelenggaraan PAUD.
Pada aspek perluasan akses, langkah yang disiapkan mencakup pemetaan anak berusia 5–6 tahun. Pendataan tersebut diperlukan untuk mengetahui jumlah anak yang menjadi sasaran program sekaligus mengidentifikasi kebutuhan layanan prasekolah di berbagai wilayah Kota Bengkulu.
Melalui pemetaan yang terarah, pemerintah dapat menyusun langkah lanjutan untuk memperluas jangkauan layanan sehingga semakin banyak anak memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan sebelum masuk sekolah dasar.
Sementara itu, peningkatan mutu diarahkan pada penguatan kualitas satuan PAUD dan tenaga pendidik. Akreditasi lembaga menjadi salah satu aspek yang diperhatikan untuk mendukung kualitas layanan pendidikan yang diberikan kepada anak.
Selain kualitas pembelajaran, perhatian juga diberikan pada pendekatan holistik integratif. Pendekatan ini menghubungkan layanan pendidikan dengan kebutuhan kesehatan, pemenuhan gizi, pengasuhan, serta perlindungan anak.
Dengan demikian, PAUD diharapkan tidak hanya menjadi tempat anak mengenal aktivitas belajar, tetapi juga menjadi lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangannya secara menyeluruh.
Adapun penguatan tata kelola diperlukan agar pelaksanaan program memiliki arah, pembagian peran, serta koordinasi yang jelas di antara pihak-pihak yang terlibat. Sinergi tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam memastikan program dapat dijalankan secara terencana.
Finalisasi Grand Design diharapkan menghasilkan acuan yang dapat digunakan dalam pelaksanaan wajib belajar satu tahun prasekolah pada 2027. Dokumen tersebut akan menjadi landasan untuk menyelaraskan perencanaan, pendataan sasaran, peningkatan kualitas layanan, dan koordinasi lintas sektor.
Dian berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mengambil bagian dalam mendukung pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, keberhasilan pendidikan prasekolah tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa pendidikan pada usia dini merupakan investasi jangka panjang bagi perkembangan generasi mendatang.
“Satu tahun di PAUD adalah bekal sepanjang hayat bagi anak-anak kita,” tegas Dian.
Melalui penyusunan strategi yang terarah, Pemkot Bengkulu berharap semakin banyak anak mendapatkan akses pendidikan awal yang berkualitas. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun fondasi pembelajaran yang lebih kuat sebelum anak memasuki pendidikan dasar.
Ke depan, pelaksanaan program akan membutuhkan pendataan yang akurat, layanan yang memadai, serta komitmen bersama agar tujuan pemerataan pendidikan prasekolah dapat diwujudkan secara bertahap.
Dengan persiapan yang dilakukan sejak dini, wajib belajar satu tahun prasekolah di Kota Bengkulu diharapkan mampu memperkuat kesiapan anak untuk belajar sekaligus mendukung perkembangan mereka secara optimal.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra