TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Semangat kebersamaan dan nilai toleransi mewarnai peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah yang digelar masyarakat Desa Margo Mulyo, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah. Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP., bersama sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat.
Kehadiran Bupati Bengkulu Tengah disambut hangat oleh warga yang sejak pagi telah mengikuti berbagai rangkaian kegiatan religius dan budaya dalam menyambut tahun baru Hijriah. Momentum tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai persatuan di tengah keberagaman.
Kepala Desa Margo Mulyo, Sayfurohman, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Bupati Bengkulu Tengah beserta rombongan. Menurutnya, perhatian yang diberikan pemerintah daerah terhadap kegiatan masyarakat menjadi bentuk dukungan nyata dalam menjaga tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun.
Ia mengungkapkan bahwa kehadiran Bupati pada peringatan Tahun Baru Islam di Desa Margo Mulyo sudah menjadi tradisi yang selalu dinantikan masyarakat setiap tahunnya. Hal tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan keagamaan dan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Sayfurohman juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menghadiri undangan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Bengkulu Tengah. Ia menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan 1 Muharam di desanya telah berlangsung sejak pagi hingga malam hari sehingga dirinya harus tetap berada di lokasi untuk memastikan acara berjalan lancar.
Sementara itu, Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto mengaku merasa bahagia dapat kembali hadir dan bersilaturahmi dengan masyarakat Desa Margo Mulyo. Ia menilai perayaan 1 Muharam yang dilaksanakan masyarakat bukan hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga sarana memperkuat persatuan dan keharmonisan sosial.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya menjaga toleransi dan saling menghormati di tengah keberagaman yang ada. Menurutnya, masyarakat Desa Margo Mulyo telah memberikan contoh yang baik tentang bagaimana perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk hidup berdampingan secara damai.
“Keberagaman yang ada harus menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan. Toleransi yang terjaga di Desa Margo Mulyo merupakan modal penting dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan kondusif,” ujar Bupati.
Selain menyampaikan pesan tentang persatuan, Rachmat Riyanto juga menjelaskan kepada masyarakat mengenai pelaksanaan peringatan HUT ke-18 Kabupaten Bengkulu Tengah. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan terlaksana berkat kerja sama dan dukungan berbagai pihak swasta yang berpartisipasi dalam menyukseskan perayaan daerah.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Bupati Bengkulu Tengah bersama jajaran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. Prosesi tersebut menjadi simbol rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan sekaligus harapan untuk kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.
Suasana semakin semarak ketika masyarakat disuguhkan berbagai pertunjukan seni budaya. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penampilan kesenian kreasi baru Tri Purwo Budoyo dari Desa Margo Mulyo yang berhasil memukau para tamu undangan dan warga yang memadati lokasi acara.
Kegiatan peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah ini turut dihadiri Camat Pondok Kubang, Kapolsek Talang Empat, Asisten II Setda Bengkulu Tengah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Badan Keuangan Daerah, tokoh pemuda, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Antusiasme warga yang tinggi sepanjang acara menunjukkan bahwa peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum memperkuat nilai religius, budaya, dan persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra