TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kabupaten Kepahiang mulai mempersiapkan secara matang pelaksanaan Festival Kopi Kepahiang 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang. Agenda tahunan ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat citra Kepahiang sebagai salah satu daerah penghasil kopi berkualitas di Provinsi Bengkulu sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha kopi lokal.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.IP di Ruang Rapat Bupati, Kamis (30/7/2026). Pertemuan tersebut dihadiri para Asisten Sekretariat Daerah, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta sejumlah pihak terkait yang nantinya akan terlibat dalam penyelenggaraan festival.
Dalam rapat koordinasi itu, pemerintah daerah membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan kegiatan. Mulai dari pembentukan kepanitiaan dan koordinator pelaksana, penyusunan jadwal kegiatan, penyediaan area pameran bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga konsep hiburan rakyat yang akan memeriahkan festival.
Selain itu, sejumlah agenda pendukung juga disiapkan, seperti kompetisi barista, lomba seduh kopi, pameran produk kopi lokal, bazar kuliner, serta kegiatan edukasi bagi petani mengenai peningkatan mutu dan produktivitas tanaman kopi.
Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata menegaskan bahwa Festival Kopi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat sektor ekonomi berbasis komoditas unggulan.
Menurutnya, kopi telah menjadi identitas sekaligus kekuatan ekonomi masyarakat Kepahiang yang perlu terus dikembangkan melalui promosi dan peningkatan kualitas produk.
"Festival ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memberikan motivasi kepada para pelaku UMKM kopi agar semakin berkembang, meningkatkan produktivitas, dan mampu bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di pasar nasional bahkan internasional," ujar Zurdi Nata.
Ia menjelaskan, festival tersebut juga akan menjadi ruang bagi para pelaku industri kopi untuk memperluas jaringan pemasaran sekaligus memperkenalkan berbagai produk olahan kopi khas Kepahiang kepada masyarakat luas.
Tak hanya menyasar pelaku usaha, Pemerintah Kabupaten Kepahiang juga memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor perkopian.
Melalui kegiatan edukasi dan pelatihan yang akan digelar selama festival berlangsung, para petani kopi diharapkan memperoleh pengetahuan baru mengenai teknik budidaya, pengolahan pascapanen, hingga strategi pemasaran yang mampu meningkatkan nilai jual hasil produksi mereka.
"Kami ingin kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi petani. Mereka tidak hanya datang melihat pameran, tetapi juga mendapatkan ilmu yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas kopi yang dihasilkan," kata Bupati.
Sebagai bentuk keseriusan dalam meningkatkan kualitas sektor perkopian, Pemerintah Kabupaten Kepahiang juga berencana menghadirkan narasumber, praktisi, dan pakar kopi dari luar daerah yang memiliki pengalaman serta kompetensi di bidang budidaya maupun industri kopi.
Para narasumber tersebut nantinya akan berbagi pengalaman mengenai teknik budidaya modern, pengolahan biji kopi berkualitas, pengembangan produk turunan, hingga strategi membangun merek kopi yang mampu bersaing di pasar nasional.
"Kami ingin para petani dan pelaku UMKM mendapatkan wawasan baru dari para ahli sehingga kualitas produksi kopi Kepahiang semakin meningkat dan memiliki daya saing yang lebih tinggi," jelasnya.
Selain aspek edukasi dan bisnis, Festival Kopi Kepahiang 2026 juga dirancang sebagai ajang hiburan masyarakat dengan menghadirkan berbagai pertunjukan seni budaya, hiburan rakyat, serta aktivitas yang melibatkan komunitas pecinta kopi dari berbagai daerah.
Konsep tersebut diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi kreatif, perdagangan, dan pariwisata di Kabupaten Kepahiang.
Pemerintah Kabupaten Kepahiang optimistis pelaksanaan Festival Kopi 2026 dapat menjadi agenda tahunan yang semakin besar dari tahun ke tahun. Melalui kolaborasi antara pemerintah, petani, pelaku UMKM, komunitas kopi, dan masyarakat, festival ini diharapkan mampu memperkuat posisi Kepahiang sebagai salah satu sentra kopi unggulan di Provinsi Bengkulu.
Lebih dari sekadar perayaan hasil bumi, Festival Kopi Kepahiang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah, membuka peluang investasi, meningkatkan pendapatan petani, memperluas pasar produk lokal, sekaligus memperkenalkan cita rasa kopi Kepahiang kepada penikmat kopi dari berbagai penjuru Indonesia.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra