TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Perubahan cuaca yang tidak menentu selama beberapa pekan terakhir di Kota Bengkulu berdampak terhadap meningkatnya keluhan kesehatan di tengah masyarakat. Hujan yang turun secara tiba-tiba disertai suhu panas pada siang hari membuat banyak warga mengalami gangguan kesehatan, terutama batuk, pilek, demam, hingga radang tenggorokan.
Fenomena cuaca ekstrem tersebut dirasakan di berbagai wilayah, termasuk di kawasan Sukamerindu, Kota Bengkulu. Dalam beberapa hari terakhir, fasilitas kesehatan maupun praktik tenaga medis mulai menerima lebih banyak pasien dengan gejala infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) ringan.
Bidan Iswari, yang membuka praktik di Kelurahan Sukamerindu, Kota Bengkulu, mengatakan perubahan cuaca menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. Menurutnya, tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi ketika terjadi perubahan suhu yang cukup drastis.
"Selama cuaca tidak menentu seperti sekarang, memang cukup banyak masyarakat yang datang dengan keluhan batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, hingga flu. Anak-anak dan lanjut usia menjadi kelompok yang paling rentan karena daya tahan tubuh mereka lebih mudah menurun," jelas Bidan Iswari.
Ia menerangkan, selain perubahan cuaca, kebiasaan masyarakat yang kurang menjaga pola hidup sehat juga menjadi penyebab meningkatnya kasus penyakit musiman. Kurang istirahat, jarang mengonsumsi makanan bergizi, serta minimnya aktivitas fisik dapat membuat sistem imun melemah sehingga tubuh lebih mudah terserang virus.
Bidan Iswari mengimbau masyarakat agar tidak menganggap remeh gejala awal seperti batuk, pilek, maupun demam. Apabila keluhan berlangsung lebih dari dua hingga tiga hari atau disertai sesak napas, demam tinggi, maupun kondisi tubuh yang semakin lemah, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke puskesmas, klinik, atau rumah sakit terdekat.
Menurutnya, langkah pencegahan jauh lebih baik dibandingkan harus menjalani pengobatan saat kondisi sudah memburuk. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan mulai menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain memperbanyak konsumsi air putih, makan makanan bergizi seimbang, mengonsumsi buah dan sayur yang kaya vitamin, berolahraga secara rutin, serta tidur yang cukup setiap malam. Selain itu, menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan menggunakan sabun juga menjadi cara efektif mencegah penyebaran virus.
Bidan Iswari juga menyarankan masyarakat menggunakan masker apabila sedang mengalami batuk atau pilek, terutama saat berada di tempat umum. Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi risiko penularan penyakit kepada orang lain, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
Ia menambahkan bahwa cuaca ekstrem juga berpotensi memicu kekambuhan penyakit tertentu, seperti asma, alergi, maupun gangguan pernapasan kronis. Karena itu, penderita penyakit bawaan diminta lebih berhati-hati dan rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Selain menjaga kesehatan fisik, masyarakat juga diminta mengelola aktivitas sehari-hari agar tidak terlalu kelelahan. Kondisi tubuh yang lelah dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun sehingga lebih mudah terpapar virus penyebab flu maupun infeksi saluran pernapasan.
Dengan meningkatnya kasus penyakit akibat perubahan cuaca, Bidan Iswari berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga. Kesadaran untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah berbagai penyakit musiman yang kerap muncul saat cuaca ekstrem.
"Pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati. Jaga pola makan, cukup istirahat, perbanyak minum air putih, dan segera periksa ke tenaga kesehatan apabila gejala tidak kunjung membaik. Dengan begitu, risiko penyakit yang lebih serius dapat dicegah sejak dini," pungkasnya.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra