Skip to main content

Cukup Bayar Rp100, Pengunjung Nikmati Es Krim Singapura Lewat QRIS Cross-Border

Pengunjung memadati stan Ice Cream Singapore dalam rangkaian kegiatan QRIS Nasional 2026 yang diselenggarakan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu. Antusiasme masyarakat terlihat saat mencoba transaksi internasional menggunakan layanan QRIS Cross-Border.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu terus mendorong transformasi sistem pembayaran digital melalui berbagai kegiatan dalam rangka QRIS Nasional 2026. Salah satu program yang menarik perhatian masyarakat adalah sosialisasi dan simulasi penggunaan QRIS Cross-Border, yakni layanan pembayaran lintas negara menggunakan kode QR yang memungkinkan masyarakat melakukan transaksi internasional secara mudah, cepat, dan aman.

Antusiasme pengunjung terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Salah satu stan yang paling ramai diserbu masyarakat adalah penjualan Ice Cream Singapore, yang menjadi contoh nyata implementasi pembayaran lintas negara menggunakan QRIS Cross-Border. Antrian panjang terlihat sejak pagi hingga sore hari karena banyak warga ingin merasakan pengalaman bertransaksi langsung menggunakan sistem pembayaran digital internasional tersebut.

Menariknya, harga produk yang ditampilkan dalam mata uang asing terlihat sangat kecil, yakni sekitar 0,1 dolar Singapura, yang setelah dikonversi ke Rupiah bernilai sekitar Rp44. Sementara harga riil produk yang dijual berada pada kisaran Rp17.000 hingga Rp18.000 sesuai kurs transaksi yang berlaku saat pembayaran dilakukan.

Kondisi tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena masyarakat dapat melihat secara langsung bagaimana sistem konversi mata uang bekerja secara otomatis melalui QRIS tanpa harus menghitung nilai tukar secara manual.

QRIS Cross-Border atau Cross-Border QR Payment merupakan sistem pembayaran digital yang memungkinkan pengguna melakukan transaksi antarnegara hanya dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran yang berasal dari negara masing-masing.

Melalui sistem ini, pengguna tidak perlu lagi menukar uang tunai, membawa mata uang asing, ataupun menggunakan kartu kredit internasional saat berbelanja di negara yang telah terhubung dengan jaringan pembayaran QR lintas batas.

Teknologi tersebut bekerja dengan menghubungkan sistem pembayaran nasional Indonesia dengan sistem pembayaran negara mitra. Nilai transaksi secara otomatis dikonversikan berdasarkan kurs yang berlaku saat transaksi dilakukan, sehingga pengguna dapat mengetahui secara transparan jumlah pembayaran dalam mata uang Rupiah sebelum menyelesaikan transaksi.

Dalam sosialisasi yang dilakukan Bank Indonesia Bengkulu, masyarakat diperlihatkan bagaimana proses pembelian produk dari Singapura menggunakan QRIS Cross-Border.

Pengguna cukup membuka aplikasi mobile banking atau dompet digital yang telah mendukung layanan QRIS, seperti BCA Mobile, Livin' by Mandiri, BRImo, Wondr BNI, Dana, OVO, LinkAja maupun ShopeePay.

Selanjutnya, pengguna memindai kode QR milik pedagang yang menggunakan jaringan pembayaran Singapura seperti NETS atau PayNow. Setelah kode berhasil dipindai, sistem secara otomatis menampilkan nominal pembayaran dalam Rupiah sesuai kurs yang berlaku saat itu.

Sebagai contoh, jika harga es krim sebesar SGD 1,50, maka aplikasi akan langsung menampilkan nilai dalam Rupiah yang setara berdasarkan kurs transaksi terkini. Setelah pengguna mengonfirmasi nominal dan memasukkan PIN keamanan, transaksi selesai dan dana diterima oleh pedagang dalam mata uang negaranya.

Saat ini QRIS Cross-Border Indonesia telah terkoneksi dengan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

Beberapa negara yang telah terhubung antara lain Singapura melalui jaringan NETS, Thailand melalui PromptPay, serta Malaysia melalui DuitNow. Selain itu, pengembangan kerja sama juga terus dilakukan dengan negara lain seperti Jepang dan Korea Selatan melalui berbagai tahapan implementasi dan uji coba bersama penyedia layanan pembayaran digital internasional.

Keberadaan sistem ini menjadi langkah strategis dalam mendukung kemudahan transaksi wisatawan, pelaku usaha, hingga masyarakat yang melakukan perjalanan ke luar negeri.

Bank Indonesia menilai QRIS Cross-Border memberikan banyak keuntungan bagi pengguna. Selain lebih praktis, sistem ini juga menawarkan transparansi nilai tukar karena kurs yang digunakan langsung ditampilkan sebelum transaksi disetujui.

Pengguna juga tidak dikenakan biaya konversi tambahan yang biasanya ditemukan pada penggunaan kartu kredit internasional. Dengan demikian, masyarakat dapat melakukan transaksi secara lebih efisien dan aman.

Melalui QRIS Nasional 2026, Bank Indonesia berharap semakin banyak masyarakat yang memahami manfaat digitalisasi sistem pembayaran serta memanfaatkan QRIS sebagai alat transaksi yang modern, cepat, dan mendukung konektivitas ekonomi Indonesia dengan dunia internasional.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra