TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Bengkulu terus diperkuat. Komandan Kodim (Dandim) 0407/Kota Bengkulu, Letkol Inf Condro Edi Wibowo, menegaskan bahwa jajarannya tidak akan memberi ruang bagi segala bentuk gangguan kamtibmas, termasuk isu geng motor yang belakangan menjadi perhatian publik.
Penegasan tersebut disampaikan Letkol Inf Condro usai mengikuti rapat koordinasi bersama Wali Kota Bengkulu, Kapolresta, serta sejumlah unsur terkait di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu. Pertemuan itu digelar sebagai respons cepat terhadap berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat meresahkan masyarakat.
Dalam keterangannya, Letkol Inf Condro menekankan bahwa menjaga kondusivitas wilayah bukan hanya tugas aparat keamanan semata. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat RT dan RW, aparat kelurahan, hingga unsur TNI-Polri di lapangan.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Tanpa dukungan masyarakat, aparat tidak bisa bekerja maksimal,” tegasnya.
Ia menjelaskan, salah satu strategi yang disepakati dalam rapat tersebut adalah memperkuat sistem pengawasan di titik-titik rawan. Optimalisasi penggunaan kamera pengawas (CCTV) menjadi langkah prioritas agar aktivitas mencurigakan dapat terpantau secara langsung dan cepat ditindaklanjuti.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan mendorong peningkatan penerangan jalan di sejumlah kawasan yang minim cahaya. Area gelap dinilai berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya kelompok yang dapat memicu tindakan negatif. Dengan pencahayaan yang memadai, peluang terjadinya tindak kriminal diharapkan dapat ditekan.
Tidak hanya mengandalkan teknologi dan infrastruktur, sinergi komunikasi di tingkat bawah juga menjadi perhatian serius. Koordinasi antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat kelurahan, hingga pengurus RT/RW akan diperkuat melalui pertukaran informasi yang lebih intensif dan responsif.
Menurut Letkol Inf Condro, deteksi dini menjadi kunci utama dalam mencegah gangguan keamanan. Informasi sekecil apa pun dari masyarakat harus segera ditindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Ia juga menyoroti pola patroli gabungan yang akan diterapkan secara lebih fleksibel. Berbeda dari pola sebelumnya yang terjadwal secara rutin, patroli ke depan akan dilakukan secara acak dan situasional. Langkah ini dinilai lebih efektif karena tidak mudah diprediksi oleh pihak-pihak yang berniat melakukan aksi negatif.
“Kalau patroli dilakukan dengan jadwal tetap, tentu akan terbaca. Karena itu, kita ubah polanya menjadi acak dan didukung pemantauan CCTV. Dengan begitu, pergerakan yang mencurigakan bisa lebih cepat kita antisipasi,” jelasnya.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu mencegah munculnya kerumunan liar atau aktivitas geng motor yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Aparat juga akan meningkatkan kehadiran di lapangan pada jam-jam rawan, terutama malam hingga dini hari.
Lebih lanjut, Letkol Inf Condro mengajak para orang tua untuk turut mengawasi aktivitas anak-anak mereka, khususnya di luar jam sekolah. Peran keluarga dinilai sangat penting dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan.
Ia menegaskan bahwa pembinaan dan pendekatan persuasif tetap menjadi prioritas sebelum langkah penegakan hukum dilakukan. Namun demikian, aparat tidak akan ragu bertindak tegas apabila ditemukan pelanggaran yang meresahkan masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor yang terbangun melalui rapat koordinasi tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Pemerintah kota, TNI, Polri, dan unsur terkait sepakat untuk bergerak bersama dalam satu komando demi menjaga stabilitas wilayah.
Dengan langkah-langkah strategis yang telah disepakati, Letkol Inf Condro optimistis situasi di Kota Bengkulu akan tetap terkendali. Ia berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya serta tetap menjaga persatuan dan ketertiban.
“Kita ingin Kota Bengkulu tetap aman dan nyaman bagi semua. Jika ada potensi gangguan, segera laporkan. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula kita bisa bertindak,” pungkasnya.
Melalui sinergi yang solid antara aparat dan masyarakat, upaya menjaga keamanan di Kota Bengkulu diharapkan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif dan berkelanjutan.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra