Skip to main content

Dedy Wahyudi Buka B-ICON 2026, Dorong Pengendalian Penyakit Menular

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi saat membuka The 6th Bengkulu International Conference on Health (B-ICON) 2026 di Auditorium Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Selasa (27/10/2026). Konferensi ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis untuk memperkuat pengendalian penyakit menular dan menghadapi ancaman kesehatan baru.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi ancaman penyakit menular dan berbagai persoalan kesehatan masyarakat. Harapan tersebut disampaikan saat membuka The 6th Bengkulu International Conference on Health (B-ICON) 2026 di Auditorium Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Selasa (27/10/2026).

Konferensi internasional yang memasuki penyelenggaraan tahun keenam ini menjadi wadah bagi akademisi, tenaga kesehatan, peneliti, dan pemangku kepentingan untuk bertukar gagasan serta memperkuat kerja sama dalam menjawab tantangan kesehatan yang terus berkembang.

B-ICON 2026 berlangsung pada 27–29 Oktober 2026 dengan menerapkan sistem hybrid, yaitu menggabungkan pertemuan secara langsung dan daring. Melalui format tersebut, forum ilmiah ini membuka kesempatan bagi peserta dari berbagai latar belakang untuk berpartisipasi dan berbagi pengetahuan tanpa terbatas oleh jarak.

Tahun ini, penyelenggara mengangkat tema “One Health in Action: Addressing Infectious Diseases and Emerging Health Threats”. Tema tersebut menekankan pentingnya pendekatan terpadu dalam menangani penyakit menular serta mengantisipasi ancaman kesehatan baru yang berpotensi memengaruhi kehidupan masyarakat.

Dalam sambutannya, Dedy Wahyudi menyampaikan penghargaan kepada Poltekkes Kemenkes Bengkulu yang telah menyelenggarakan konferensi kesehatan berskala internasional tersebut.

Menurutnya, forum ilmiah seperti B-ICON memiliki peran penting dalam mempertemukan berbagai pemikiran dan pengalaman untuk mencari solusi atas persoalan kesehatan. Pertukaran pengetahuan diharapkan mampu memperkaya perspektif sekaligus mendorong lahirnya langkah nyata yang dapat diterapkan di tengah masyarakat.

Ia menilai, pembahasan mengenai kesehatan tidak cukup berhenti pada diskusi akademik. Hasil penelitian, gagasan para ahli, dan rekomendasi yang muncul dari konferensi perlu diarahkan agar memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kualitas pelayanan dan perlindungan kesehatan masyarakat.

Karena itu, Dedy berharap penyelenggaraan B-ICON 2026 dapat menghasilkan rumusan yang relevan dengan kebutuhan daerah, terutama dalam memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular di Kota Bengkulu.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Wali Kota Bengkulu adalah pentingnya tindak lanjut setelah konferensi berakhir. Ia mengusulkan pembentukan forum kecil yang melibatkan pihak-pihak terkait untuk membahas rekomendasi dan menyusun strategi pengendalian penyakit menular secara lebih terarah.

Forum tersebut diharapkan dapat menjadi ruang koordinasi bagi unsur yang memiliki peran dalam bidang kesehatan, sehingga gagasan yang dihasilkan melalui pertemuan ilmiah dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret.

“Harapan kita, setelah kegiatan ini mungkin bisa dibentuk forum kecil untuk membuat sebuah rumusan, sehingga ke depan kita bisa bersama-sama menekan penyakit menular di Kota Bengkulu,” ungkap Dedy.

Usulan ini menegaskan pentingnya kesinambungan antara kegiatan akademik dan pelaksanaan program kesehatan di daerah. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, berbagai pihak diharapkan dapat menyatukan langkah dalam menghadapi persoalan kesehatan yang membutuhkan penanganan bersama.

Tema B-ICON 2026 juga mengangkat pendekatan One Health, yakni konsep yang mendorong keterpaduan antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Pendekatan ini relevan dalam menghadapi sejumlah penyakit menular yang kemunculan maupun penyebarannya dapat berkaitan dengan interaksi di antara ketiga aspek tersebut.

Melalui pembahasan lintas disiplin, konferensi ini diharapkan dapat memperluas pemahaman peserta mengenai pentingnya deteksi dini, pencegahan, kesiapsiagaan, serta kerja sama antarlembaga dalam merespons ancaman kesehatan.

Bagi pemerintah daerah, penguatan pengetahuan dan koordinasi menjadi bagian penting dalam mendukung kebijakan kesehatan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Penyelenggaraan B-ICON 2026 di Bengkulu diharapkan tidak hanya memperkuat posisi institusi pendidikan sebagai pusat pengembangan ilmu kesehatan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap penyelesaian persoalan kesehatan di tingkat lokal.

Dengan dukungan dunia pendidikan, tenaga kesehatan, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya, hasil konferensi diharapkan dapat menjadi pijakan untuk memperkuat upaya pengendalian penyakit menular sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kesehatan yang berkembang.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra