TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah video tidak senonoh yang diduga melibatkan seorang oknum tenaga kesehatan yang bertugas di salah satu Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Seluma. Video tersebut dengan cepat menyebar di sejumlah platform digital dan memicu beragam reaksi dari masyarakat.
Video yang beredar berdurasi sekitar satu menit dan menampilkan adegan yang dinilai tidak pantas serta bertentangan dengan norma kesusilaan. Konten tersebut langsung menuai kecaman publik, mengingat sosok yang diduga terlibat disebut-sebut berasal dari kalangan tenaga kesehatan yang seharusnya menjadi panutan di tengah masyarakat.
Meski demikian, hingga kini identitas pemeran dalam video tersebut maupun kebenaran informasi yang menyebut keterlibatan oknum tenaga kesehatan di Kabupaten Seluma masih belum dapat dipastikan. Belum ada bukti resmi yang menguatkan klaim tersebut, sehingga berbagai pihak diminta untuk tidak berspekulasi.
Pemerintah Kabupaten Seluma menyatakan belum menerima laporan resmi terkait video yang viral di media sosial tersebut. Wakil Bupati Seluma, Gustianto, mengaku baru mengetahui informasi tersebut dari pemberitaan dan perbincangan publik di media sosial.
“Saya belum mengetahui secara pasti terkait informasi itu. Kita akan mencari dan mengumpulkan data terlebih dahulu untuk memastikan kebenarannya,” ujar Gustianto usai menghadiri pelantikan pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Seluma, Rabu (28/1/2026).
Gustianto menegaskan, Pemerintah Kabupaten Seluma tidak akan tinggal diam apabila nantinya terbukti bahwa video tersebut benar melibatkan oknum aparatur, khususnya tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah Seluma. Menurutnya, setiap aparatur negara memiliki tanggung jawab moral dan etika yang harus dijaga, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan pribadi.
“Kalau memang terbukti benar, tentu akan kita tindak tegas sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tidak ada toleransi bagi pelanggaran yang mencoreng nama baik institusi,” tegasnya.
Meski demikian, Gustianto juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak serta-merta menghakimi seseorang tanpa adanya kepastian hukum dan bukti yang valid.
“Kita tetap menggunakan asas praduga tak bersalah. Jangan sampai ada pihak yang dirugikan hanya karena asumsi atau informasi yang belum tentu benar,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Seluma mengimbau masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial. Warga diminta untuk tidak ikut menyebarluaskan konten yang mengandung unsur pornografi maupun informasi yang belum jelas kebenarannya, karena hal tersebut dapat melanggar hukum dan merugikan banyak pihak.
Pemerintah daerah menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak berwenang apabila nantinya ditemukan unsur pelanggaran hukum. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menunggu hasil klarifikasi resmi dari instansi terkait.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra