TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-61 tahun 2025, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kabupaten Seluma turut serta dalam kegiatan peringatan yang diselenggarakan secara daring oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Cahaya Perempuan Women Crisis Center (WCC) Provinsi Bengkulu, pada Selasa (22/4/2025).
Acara ini merupakan bentuk kolaborasi lintas wilayah di Pulau Sumatera dengan melibatkan delapan provinsi, yang bertujuan untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan, serta meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya kesetaraan gender dan perlindungan hak-hak perempuan dan anak.
Dari Kabupaten Seluma, kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, di antaranya tokoh adat dari wilayah dampingan LSM Cahaya Perempuan, organisasi perempuan Aisyiyah Kabupaten Seluma, Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Seluma, serta jajaran LSM Cahaya Perempuan sendiri. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan kuatnya komitmen dan solidaritas dalam mendorong pemberdayaan perempuan di tingkat lokal.
Kepala Dinas P3APPKB Kabupaten Seluma, yang hadir secara virtual, menyampaikan bahwa Hari Kartini bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momen reflektif untuk menguatkan tekad memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak, serta mengatasi berbagai persoalan ketimpangan sosial yang masih ada di masyarakat. Ia juga mengapresiasi peran LSM dan organisasi masyarakat dalam mendampingi perempuan di akar rumput, terutama di daerah-daerah yang masih memiliki tantangan besar dalam hal pendidikan dan perlindungan sosial bagi perempuan.
“Kegiatan seperti ini sangat penting, karena menjadi ruang diskusi dan berbagi pengalaman antarprovinsi, serta memperkaya perspektif kita dalam menangani isu-isu perempuan dan anak,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan LSM Cahaya Perempuan WCC Bengkulu menyatakan bahwa peringatan Hari Kartini tahun ini mengusung tema pemberdayaan perempuan berbasis kearifan lokal. Melalui pendekatan budaya dan partisipasi tokoh adat, diharapkan akan tercipta perubahan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan di tingkat komunitas.
Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan testimoni dari perempuan dampingan yang telah menerima manfaat dari program pemberdayaan ekonomi dan penguatan kapasitas. Mereka membagikan pengalaman dalam membangun kepercayaan diri dan kemandirian ekonomi di tengah keterbatasan.
Peringatan Hari Kartini ini menjadi bukti bahwa perjuangan emansipasi perempuan yang telah diwariskan oleh R.A. Kartini masih relevan hingga hari ini. Upaya kolektif dari pemerintah, LSM, organisasi masyarakat, dan komunitas adat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih adil, aman, dan setara bagi perempuan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kabupaten Seluma.
Peawarta : AMG
Editing : Adi Saputra