TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Kepolisian Daerah Bengkulu resmi memulai rangkaian pembinaan bagi personel muda melalui kegiatan tradisi jalan juang dan pembaretan Bintara Remaja Tahun Anggaran 2026. Upacara pembukaan dipimpin langsung oleh Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono, pada Jumat (17/04/2026), bertempat di kawasan bersejarah Pengasingan Bung Karno Bengkulu.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter serta kesiapan mental para Bintara Remaja sebelum terjun menjalankan tugas kepolisian di tengah masyarakat. Tradisi tersebut juga menjadi simbol awal perjalanan mereka sebagai anggota Polri yang dituntut memiliki ketangguhan, kedisiplinan, serta loyalitas tinggi.
Dalam amanatnya, Kapolda Bengkulu menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar agenda seremonial atau rutinitas tahunan, melainkan memiliki makna mendalam dalam membentuk kepribadian setiap personel muda. Ia menekankan bahwa jalan juang dan pembaretan merupakan proses internalisasi nilai-nilai dasar kepolisian.
Menurutnya, para Bintara Remaja harus mampu membangun mental yang kuat, sikap disiplin yang konsisten, serta jiwa korsa yang solid. Hal tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks di era modern.
“Proses ini dirancang untuk membentuk karakter yang tangguh dan bertanggung jawab. Kalian tidak hanya dituntut kuat secara fisik, tetapi juga harus memiliki mental yang kokoh serta integritas yang tidak mudah tergoyahkan,” ujar Kapolda dalam arahannya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat tidak semata sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan humanis dan penuh empati harus menjadi bagian dari setiap pelaksanaan tugas.
Kapolda juga menekankan pentingnya menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan serta rasa tanggung jawab. Ia berharap para Bintara Remaja mampu menjaga kepercayaan publik dengan menunjukkan sikap profesional dan beretika dalam setiap tindakan.
Di sisi lain, perhatian khusus juga diberikan kepada para pembina dan instruktur yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Kapolda meminta agar seluruh rangkaian pelatihan dilaksanakan secara profesional, terukur, dan tetap mengutamakan keselamatan peserta.
Hal ini penting untuk memastikan bahwa proses pembinaan berjalan efektif tanpa mengabaikan faktor keamanan. Dengan pengawasan yang ketat serta metode pelatihan yang tepat, diharapkan para peserta dapat mengikuti seluruh tahapan dengan optimal.
Tradisi jalan juang sendiri dikenal sebagai salah satu metode pembinaan yang menguji ketahanan fisik dan mental peserta melalui berbagai tantangan di lapangan. Sementara itu, pembaretan menjadi simbol resmi bahwa para Bintara Remaja telah melewati tahap awal pembentukan dan siap melanjutkan ke fase berikutnya.
Pemilihan lokasi di kawasan Pengasingan Bung Karno juga memiliki nilai historis tersendiri. Tempat tersebut diharapkan mampu memberikan inspirasi serta semangat nasionalisme kepada para peserta dalam mengemban tugas sebagai abdi negara.
Upacara pembukaan berlangsung dengan khidmat dan tertib, serta dihadiri oleh sejumlah Pejabat Utama Polda Bengkulu. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar, mencerminkan kesiapan panitia dalam menyelenggarakan agenda penting tersebut.
Dengan dimulainya tradisi ini, diharapkan para Bintara Remaja Polda Bengkulu mampu tumbuh menjadi anggota Polri yang profesional, berintegritas, serta siap menghadapi dinamika tugas di masa mendatang.
Pewarta:Amg
Editing: Adi Saputra