Skip to main content

Dinsos Kota Bengkulu Tertibkan dan Data Pemulung Guna Wujudkan Lingkungan Nyaman dan Tertib

Dinsos Kota Bengkulu Tertibkan dan Data Pemulung Guna Wujudkan Lingkungan Nyaman dan Tertib

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu melalui Bidang Penanganan Fakir Miskin (PFM) melakukan kegiatan pendataan dan imbauan kepada para pemulung yang tersebar di beberapa titik jalan protokol Kota Bengkulu, Jumat siang (18/7/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang PFM Dinsos Kota Bengkulu, Sri Harneti, dan melibatkan tim lapangan dengan menggunakan armada mobil SIDARLING (Siaga Darurat dan Keliling Sosial). Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menciptakan ketertiban di ruang publik sekaligus melakukan langkah awal intervensi sosial terhadap para pemulung yang tergolong sebagai kelompok rentan.

"Para pemulung yang kita temui hari ini kami data secara langsung di lokasi. Mereka diminta untuk menunjukkan identitas pribadi agar bisa kami masukkan ke dalam basis data Dinas Sosial," ungkap Sri Harneti saat ditemui di sela kegiatan.

Lebih lanjut, Sri menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bengkulu dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin dan rentan. Dengan data yang lebih akurat, pihaknya akan lebih mudah menentukan langkah strategis dan program bantuan sosial yang tepat sasaran.

“Kami ingin memastikan bahwa keberadaan para pemulung tidak hanya tertib dari segi sosial dan keamanan, tetapi juga dapat kami dorong untuk menerima hak mereka sebagai warga negara, salah satunya melalui berbagai program bantuan pemerintah yang telah tersedia,” lanjut Sri.

Dalam pelaksanaannya, tim Dinsos menyambangi sejumlah lokasi yang diketahui menjadi tempat berkumpulnya para pemulung, seperti sekitar Pasar Minggu, Jalan Sutoyo, dan Jalan WR Supratman. Beberapa pemulung yang ditemukan juga diberikan edukasi ringan mengenai pentingnya menjaga kebersihan, ketertiban, dan keselamatan di area umum.

Pendekatan yang dilakukan tim bersifat humanis. Tidak ada tindakan represif, melainkan lebih kepada edukatif dan komunikatif agar para pemulung merasa dihargai serta terbuka untuk bekerja sama. Mereka yang telah didata akan dipantau dan dikaji lebih lanjut oleh Dinsos untuk kemungkinan dimasukkan dalam program-program seperti bantuan pangan, pelatihan keterampilan, hingga fasilitasi layanan kependudukan.

“Kami ingin menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penertiban, tapi juga bentuk kepedulian Pemerintah Kota terhadap mereka yang selama ini mungkin terpinggirkan,” tambahnya.

Sri berharap, dengan adanya pendataan ini, ke depan tidak ada lagi pemulung yang luput dari perhatian pemerintah. Keberadaan mereka bisa terkelola dengan baik, dan secara perlahan diarahkan menuju kehidupan yang lebih layak serta mandiri.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah konkret Dinsos dalam mewujudkan visi Kota Bengkulu yang bersih, tertib, dan humanis. Rencana tindak lanjut dari hasil pendataan hari ini akan dibahas dalam rapat koordinasi Dinsos minggu depan, sekaligus menentukan kebijakan sosial selanjutnya.

“Semoga upaya ini bisa menjadi awal perubahan bagi para pemulung agar bisa keluar dari lingkaran kemiskinan,” tutup Sri.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra