TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<>>> Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bengkulu menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta data atau dokumen pribadi masyarakat melalui media sosial maupun sarana komunikasi pribadi seperti telepon dan pesan WhatsApp.
Kepala Disdukcapil Kota Bengkulu, Widodo, menekankan bahwa permintaan data pribadi yang mengatasnamakan instansi tersebut adalah bentuk penipuan. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengaku sebagai petugas Dukcapil namun meminta informasi sensitif melalui jalur komunikasi yang tidak resmi.
"Jika ada pihak yang menghubungi dan meminta data pribadi dengan mengatasnamakan Disdukcapil, masyarakat jangan langsung percaya. Segera laporkan dan datang langsung ke kantor Disdukcapil untuk memastikan kebenarannya," ujar Widodo pada Jumat (16/5/2025).
Menurut Widodo, modus penipuan yang marak belakangan ini biasanya berkedok penawaran aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Pelaku meminta masyarakat untuk melakukan verifikasi data melalui sambungan telepon atau pesan singkat. Padahal, kata dia, proses resmi aktivasi IKD tidak pernah dilakukan melalui metode tersebut.
"Prosedur aktivasi IKD hanya dapat dilakukan secara langsung di kantor Disdukcapil, bukan melalui pesan WhatsApp atau panggilan telepon," tegasnya.
Widodo menambahkan, tindakan meminta data pribadi secara daring tanpa melalui saluran resmi sangat berpotensi membahayakan masyarakat karena data yang diserahkan dapat disalahgunakan untuk tindakan kriminal, seperti pencurian identitas maupun penipuan keuangan.
Maka dari itu, pihaknya terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak mudah tergiur dengan iming-iming layanan cepat tanpa prosedur resmi. Ia juga menyarankan masyarakat untuk selalu memastikan keaslian informasi yang diterima dan tidak ragu datang langsung ke kantor Dukcapil untuk mendapatkan informasi yang benar.
"Masyarakat kami imbau untuk tidak menanggapi panggilan atau pesan yang mencurigakan. Jangan pernah memberikan data pribadi kepada siapa pun yang tidak bisa diverifikasi identitas dan kejelasan maksudnya," ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Widodo juga meminta masyarakat untuk melaporkan setiap dugaan penipuan yang mengatasnamakan Disdukcapil agar dapat segera ditindaklanjuti. Ia berharap dengan kewaspadaan bersama, kasus-kasus penipuan semacam ini tidak terus memakan korban.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra