TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menggelar Karya Bakti Skala Besar dengan melibatkan 1.026 personel untuk mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Bengkulu. Program ini menyasar 721 titik pekerjaan yang mencakup perbaikan infrastruktur, rehabilitasi fasilitas sosial, hingga penyediaan sarana kebutuhan dasar warga.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka di Balai Raya Semarak Bengkulu, Sabtu (17/10). Pembukaan dilakukan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, bersama Wakil Panglima Kopassus Mayjen TNI Ferdial Lubis. Prosesi peresmian ditandai dengan penekanan tombol bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perwakilan pemerintah pusat.
Pelaksanaan Karya Bakti ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara TNI AD dan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan pembangunan di berbagai wilayah Bengkulu. Dengan ratusan sasaran pekerjaan yang telah ditetapkan, program tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya warga yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap infrastruktur dan fasilitas pelayanan publik.
Ruang lingkup pekerjaan dalam program Karya Bakti TNI AD Skala Besar meliputi sejumlah sektor yang berkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat. Di bidang infrastruktur, kegiatan diarahkan pada rehabilitasi jalan dan jembatan guna mendukung konektivitas serta memperlancar mobilitas warga.
Selain itu, perbaikan juga menyasar fasilitas sosial dan keagamaan, termasuk panti asuhan, sekolah, serta rumah ibadah. Program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) turut menjadi bagian dari kegiatan tersebut untuk membantu meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat yang membutuhkan.
Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, Karya Bakti ini juga mencakup penyediaan infrastruktur dasar, seperti pembangunan sumur bor dan jaringan pipanisasi untuk mendukung akses air bersih. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) juga masuk dalam daftar sasaran pekerjaan.
Beragam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa program ini diarahkan untuk menjangkau kebutuhan masyarakat dari berbagai aspek, mulai dari akses transportasi, pendidikan, tempat ibadah, hunian yang lebih layak, hingga ketersediaan air dan energi.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, menyampaikan bahwa program Karya Bakti TNI AD memiliki keterkaitan dengan prioritas pembangunan pemerintah daerah.
Menurut Khairil, sinergi antara TNI AD dan pemerintah provinsi dapat memperkuat upaya percepatan pembangunan infrastruktur sekaligus mendukung penanganan kemiskinan ekstrem.
“Karya Bakti ini selaras dengan program dan visi misi Pemerintah Provinsi Bengkulu, khususnya percepatan pembangunan infrastruktur dan pengentasan kemiskinan ekstrem. Hal ini juga sejalan dengan semangat Bantu Rakyat,” ujar Khairil.
Ia menilai kerja sama lintas sektor menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan pembangunan. Kehadiran TNI AD melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah daerah menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas, terutama pada sektor yang membutuhkan dukungan sarana dasar.
Sementara itu, Wakil Panglima Kopassus Mayjen TNI Ferdial Lubis berharap Karya Bakti Skala Besar mampu memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Bengkulu.
“Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bengkulu serta mendorong peningkatan ekonomi masyarakat,” ungkap Ferdial.
Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri Dansatgas Karya Bakti Skala Besar TNI AD Brigjen TNI Bram Pramudia, anggota DPD RI Leni Haryati John Latief dan Destita Khairilisani, perwakilan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta unsur Forkopimda Provinsi Bengkulu.
Melalui pengerahan 1.026 personel dan pelaksanaan 721 titik pekerjaan, Karya Bakti TNI AD Skala Besar diharapkan memperkuat kerja sama antara institusi militer dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan. Keberhasilan program ini nantinya akan bergantung pada pelaksanaan pekerjaan di lapangan serta keberlanjutan pemanfaatan fasilitas yang dibangun atau diperbaiki.
Dengan sasaran yang menyentuh berbagai kebutuhan dasar, program tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperbaiki akses pelayanan publik, memperkuat infrastruktur daerah, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Provinsi Bengkulu.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra