TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Keheningan malam di Kota Bengkulu berubah menjadi lautan doa ketika ratusan warga yang tergabung dalam Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) bersama berbagai kelompok pengajian perumahan menggelar kegiatan doa bersama. Dalam suasana yang syahdu, lantunan ayat suci Al-Qur’an, khususnya Surat Yasin, menggema sebagai bentuk dukungan spiritual bagi para jemaah haji yang tengah menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan wujud kepedulian dan kebersamaan masyarakat terhadap saudara-saudara mereka yang sedang menunaikan rukun Islam kelima. Dengan penuh kekhusyukan, para jamaah memanjatkan doa agar seluruh jemaah haji asal Bengkulu senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kelancaran dalam menjalankan setiap rangkaian ibadah.
Diketahui, sebanyak 1.230 jemaah haji asal Bengkulu tengah berada di Arab Saudi. Menariknya, sekitar 95 persen dari jumlah tersebut merupakan warga asli Kota Bengkulu. Fakta ini semakin mempererat ikatan emosional antara masyarakat yang tinggal di kampung halaman dengan para jemaah yang sedang berjuang di tanah suci.
Suasana haru begitu terasa di setiap sudut majelis. Tidak sedikit jamaah yang tampak menitikkan air mata saat doa dipanjatkan. Nama-nama jemaah disebut satu per satu dalam doa, termasuk nama Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, beserta istri yang juga tengah menunaikan ibadah haji tahun ini.
Bagi masyarakat, kegiatan ini menjadi cara untuk tetap hadir dan mendampingi para jemaah, meskipun terpisah oleh jarak ribuan kilometer. Ikatan batin yang kuat menjadi penghubung antara doa di tanah air dengan perjuangan ibadah di Tanah Suci.
“Satu-satunya yang bisa kami lakukan dari sini adalah mendoakan. Kami berharap mereka semua diberikan kesehatan, kekuatan, dan kembali dengan selamat sebagai haji yang mabrur dan mabrurah,” ujar salah satu peserta pengajian dengan suara bergetar.
Kegiatan doa bersama ini juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Bengkulu. Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny PL Tobing, menyampaikan rasa terima kasih atas inisiatif masyarakat yang dinilai mampu memberikan energi positif bagi para jemaah.
Menurutnya, kekompakan warga dalam menggelar doa bersama mencerminkan nilai kebersamaan dan solidaritas yang tinggi. Ia menilai, doa yang dipanjatkan secara kolektif memiliki kekuatan besar, terutama bagi para jemaah yang sedang menghadapi tantangan fisik dan mental selama menjalankan ibadah haji.
“Ini adalah bentuk kepedulian yang luar biasa. Doa dari masyarakat menjadi kekuatan tambahan bagi para jemaah kita di Tanah Suci. Termasuk untuk Bapak Wali Kota yang saat ini sedang menunaikan ibadah haji,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini memperlihatkan bahwa masyarakat Bengkulu memiliki ikatan sosial yang erat. Kebersamaan tidak hanya terjalin dalam aktivitas duniawi, tetapi juga melalui jalur spiritual yang penuh makna.
Di tengah perjuangan para jemaah haji menjalani rangkaian ibadah di bawah terik matahari Arab Saudi, masyarakat di kampung halaman terus mengirimkan doa terbaik. Setiap lantunan ayat suci yang dibaca menjadi simbol cinta, harapan, dan dukungan yang tak terputus.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Doa yang dipanjatkan secara bersama-sama diyakini tidak hanya membawa keberkahan bagi para jemaah, tetapi juga bagi Kota Bengkulu secara keseluruhan.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, masyarakat berharap seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta membawa predikat haji yang mabrur. Harapan besar pun disematkan agar keberkahan dari ibadah tersebut turut membawa kebaikan bagi daerah dan seluruh warganya.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra