TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Upaya membangun keluarga sehat dan berkualitas terus diperkuat Pemerintah Kota Kotamobagu. Salah satunya melalui kolaborasi lintas instansi antara Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Kotamobagu dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kotamobagu.
Komitmen bersama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Kantor Kemenag Kotamobagu, Kelurahan Kotobangon, Kecamatan Kotamobagu Timur, Selasa (3/11/2026).
Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperluas edukasi mengenai kesiapan berumah tangga, meningkatkan kualitas pengasuhan anak, serta mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kota Kotamobagu.
Tidak hanya menyasar keluarga yang telah memiliki anak, program kolaboratif ini juga memberikan perhatian khusus kepada pasangan yang akan memasuki kehidupan pernikahan. Pendekatan tersebut dinilai penting karena pencegahan stunting membutuhkan persiapan sejak dini, bahkan sebelum seorang ibu mengalami kehamilan.
Melalui kesepakatan tersebut, DPPKB dan Kemenag akan mengoptimalkan dua program unggulan, yakni Elektronik Siap Nikah dan Hamil (ELSIMIL) serta Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
ELSIMIL merupakan instrumen pendampingan berbasis digital yang membantu mengidentifikasi kondisi kesehatan dan kesiapan calon pengantin sebelum menikah. Pemanfaatan aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pasangan mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan, pemenuhan gizi, serta persiapan kehamilan yang sehat.
Dengan adanya deteksi dini, berbagai faktor risiko yang berpotensi memengaruhi kesehatan ibu dan calon bayi dapat diketahui lebih awal. Calon pengantin juga diharapkan memperoleh edukasi serta pendampingan sesuai kebutuhan sehingga lebih siap membangun rumah tangga.
Sementara itu, GATI diarahkan untuk menghidupkan kembali peran strategis seorang ayah dalam lingkungan keluarga. Program ini mendorong para ayah agar tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga hadir secara aktif dalam pengasuhan, pendidikan, pendampingan, dan perlindungan anak.
Plt Kepala DPPKB Kota Kotamobagu, Hensi Mokoginta, mengatakan bahwa upaya menekan stunting membutuhkan kerja bersama dengan melibatkan berbagai sektor. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut tidak cukup dilakukan ketika anak sudah mengalami gangguan pertumbuhan, melainkan harus dimulai melalui langkah pencegahan dari tahap persiapan pernikahan.
Ia menjelaskan, kerja sama dengan Kemenag memiliki nilai penting karena lembaga tersebut mempunyai peran strategis dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat, khususnya pasangan yang akan melangsungkan pernikahan.
"Penandatanganan kerja sama antara DPPKB dan Kantor Kementerian Agama Kota Kotamobagu ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas, sehat, dan berketahanan," ungkap Hensi.
Ia menambahkan, keberadaan ELSIMIL diharapkan mampu membangun kesadaran calon pengantin mengenai pentingnya kesehatan sebelum memasuki masa kehamilan. Di sisi lain, GATI menjadi sarana untuk memperkuat keterlibatan ayah dalam membentuk lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak.
Hensi juga menyoroti pentingnya mengubah pola pikir masyarakat mengenai pembagian tanggung jawab dalam rumah tangga. Selama ini, urusan pengasuhan anak masih kerap dianggap sebagai kewajiban utama seorang ibu. Padahal, keterlibatan ayah memiliki pengaruh penting dalam membentuk karakter, perkembangan, serta rasa aman anak.
"Pesan utama kami adalah membangun keluarga berkualitas bukan hanya tanggung jawab ibu, tetapi tanggung jawab bersama ayah dan ibu," tegasnya.
Menurut Hensi, keberhasilan program tersebut nantinya tidak hanya diukur dari terlaksananya penandatanganan kesepakatan, tetapi juga dari konsistensi pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Karena itu, DPPKB berharap sinergi dengan Kemenag dapat diterjemahkan menjadi program pendampingan yang berkelanjutan dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Ke depan, kedua instansi berencana menindaklanjuti MoU melalui skema pembinaan dan pendampingan bagi calon pengantin serta pasangan muda di wilayah Kota Kotamobagu.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat pemahaman masyarakat tentang kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, pola asuh yang tepat, serta pentingnya keterlibatan kedua orang tua dalam membesarkan anak.
Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kota Kotamobagu diharapkan semakin mampu membangun fondasi keluarga yang tangguh. Sebab, generasi yang sehat dan berkualitas tidak hanya ditentukan oleh pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga oleh kesiapan orang tua, pola pengasuhan, pendidikan, dan lingkungan keluarga yang mendukung.
Dengan demikian, pencegahan stunting bukan sekadar program kesehatan, melainkan bagian dari investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Kotamobagu yang sehat, cerdas, dan memiliki masa depan lebih baik.
Pewarta : Gusman
Editing : Adi Saputra