Skip to main content

Dua Balita di Seluma Alami Cacingan Parah, Wabup Dampingi Kemenko PMK Tinjau Langsung

Dua Balita di Seluma Alami Cacingan Parah, Wabup Dampingi Kemenko PMK Tinjau Langsung

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>   Kasus kesehatan yang dialami dua bocah di Kabupaten Seluma, Bengkulu, menyita perhatian pemerintah daerah hingga pusat. Wakil Bupati Seluma, Drs. H. Gustianto, bersama Asisten Deputi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Linda Restaningrum, SE, M.Kom, melakukan peninjauan langsung ke rumah keluarga penderita di Desa Sungai Petai, Kecamatan Talo Kecil, Rabu (17/9/2025).

Dua balita kakak beradik, Aprillia (4) dan Khaira Nur Shabrina (1,8), didiagnosis menderita penyakit cacingan cukup parah. Keduanya kini dirujuk ke RSUD M. Yunus Bengkulu untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kasus ini terungkap bermula ketika Khaira mengalami panas tinggi dan dilarikan ke RSUD Tais. Saat dirawat, ia berulang kali memuntahkan cacing dari mulut, bahkan cacing gelang keluar melalui hidungnya. Kondisi tersebut membuat tim medis segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hasil rontgen kemudian memperlihatkan adanya larva yang bersarang di paru-paru bocah malang itu.

Tidak hanya Khaira, sang kakak, Aprillia, juga menunjukkan gejala serupa. Setelah diperiksa, dokter memastikan Aprillia pun menderita penyakit cacingan. Keduanya adalah anak dari pasangan muda Prengki (25) dan Yanti Hartuti (24).

Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma segera turun tangan melakukan investigasi terkait kasus ini. Dari hasil pengecekan, diketahui keluarga tersebut tinggal di rumah yang tidak layak huni, dengan kondisi sanitasi yang jauh dari standar kesehatan. Situasi inilah yang diduga kuat menjadi pemicu kedua anak terjangkit penyakit cacingan.

Kepala Dinas Kesehatan Seluma menjelaskan, cacingan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah pedesaan, terutama di kawasan dengan keterbatasan akses air bersih dan sanitasi. Pihaknya berjanji akan melakukan pemeriksaan massal di desa tersebut untuk mencegah kasus serupa terjadi pada anak-anak lain.

Dalam kunjungannya, Linda Restaningrum menyampaikan rasa prihatin mendalam atas kondisi yang dialami Aprillia dan Khaira. Menurutnya, kasus ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang sanitasi.

“Penyakit seperti ini sebenarnya dapat dicegah bila lingkungan bersih, air sehat tersedia, dan perilaku hidup bersih diterapkan. Pemerintah pusat akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti kasus ini dan memperbaiki kondisi lingkungan keluarga pasien,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Seluma Gustianto menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memberikan pendampingan penuh terhadap keluarga Prengki dan Yanti. “Kami tidak hanya fokus pada penanganan kesehatan anak, tapi juga akan memperhatikan aspek kesejahteraan keluarga ini. Pemerintah desa, kabupaten, hingga provinsi akan saling mendukung,” tegasnya.

Kasus yang menimpa dua balita ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah untuk mempercepat program perbaikan sanitasi dan rumah layak huni di wilayah pedesaan. Warga pun diimbau lebih peduli terhadap pola hidup sehat, termasuk menjaga kebersihan lingkungan dan memberikan obat cacing secara rutin kepada anak-anak.

Kini, perhatian publik tertuju pada proses pemulihan Aprillia dan Khaira. Kedua bocah ini diharapkan segera pulih setelah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan mereka sembari memperbaiki faktor lingkungan agar kasus serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

Pewarta : Amg

Editng : AdI Saputra