TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Gubernur Bengkulu Helmi Hasan kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun wilayah terluar Provinsi Bengkulu. Pada Selasa sore, 22 Juli 2025, ia melanjutkan agenda kunjungan kerjanya di Pulau Enggano dengan menyambangi Kantor Kecamatan Enggano. Kunjungan ini menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan Gubernur yang sejak pagi telah menyapa dan berdialog langsung dengan masyarakat di beberapa desa.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat bersama aparatur kecamatan dan masyarakat setempat, Gubernur Helmi Hasan kembali menegaskan tekadnya untuk menghadirkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan bagi seluruh wilayah Bengkulu, termasuk Enggano yang selama ini kerap menghadapi tantangan geografis dan aksesibilitas.
“Saya datang ke sini bukan hanya melihat, tetapi memastikan bahwa seluruh program pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat hingga ke pulau-pulau terluar. Enggano adalah bagian penting dari Bengkulu, dan sudah semestinya mendapatkan perhatian lebih,” ujar Helmi Hasan dalam sambutannya.
Salah satu momen menarik dalam kunjungan tersebut terjadi ketika Gubernur bertanya langsung kepada warga terkait kondisi ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM). “BBM aman nggak di Enggano?” tanyanya. Pertanyaan ini disambut serentak dan penuh semangat oleh warga dengan jawaban, “Aman!” Suasana seketika menjadi akrab dan penuh kehangatan.
Tak hanya berdialog, Gubernur juga menyerahkan bantuan nyata kepada masyarakat Kecamatan Enggano. Secara simbolis, ia menyerahkan satu unit bus sekolah dan satu unit ambulans sebagai bagian dari program “Bantu Rakyat Helmi–Mian” yang terus digulirkan di seluruh wilayah Bengkulu.
“Bus sekolah ini diharapkan mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak kita, sementara ambulans menjadi dukungan bagi pelayanan kesehatan masyarakat Enggano yang cepat dan tanggap,” jelas Helmi.
Lebih lanjut, Gubernur mengungkapkan bahwa Kecamatan Enggano menjadi salah satu lokasi prioritas dalam program nasional Cetak Sawah yang digulirkan oleh Kementerian Pertanian. Dari total 2.200 hektare lahan yang dialokasikan untuk Provinsi Bengkulu, lebih dari 800 hektare diperuntukkan khusus bagi wilayah Enggano. Ini menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap potensi pertanian lokal.
“Lahan-lahan di Enggano sangat potensial. Nantinya, produksi beras merah putih dari pulau ini tidak hanya dikonsumsi secara lokal, tetapi akan dikemas langsung di sini dan dipasarkan ke kabupaten dan provinsi tetangga,” papar Helmi Hasan, optimis.
Program ini sekaligus menjadi upaya strategis untuk menciptakan kemandirian pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat Enggano melalui sektor pertanian.
Tak berhenti di situ, Gubernur juga mengumumkan rencana pembangunan Mess Pemerintah Provinsi Bengkulu di Pulau Enggano yang akan mulai dilaksanakan pada tahun 2026. Mess tersebut dirancang sebagai fasilitas tempat tinggal dan pusat koordinasi bagi aparatur Pemprov yang bertugas di Enggano.
“Dengan adanya Mess Pemprov di Enggano, kehadiran pemerintahan tidak akan hanya sebatas kunjungan sesaat. Ini adalah bentuk kehadiran negara yang nyata dan berkelanjutan di tengah masyarakat,” tegas Helmi Hasan.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi pembangunan di wilayah Enggano sekaligus menjadi simbol komitmen pemerintah untuk terus hadir dan mendengarkan kebutuhan warga secara langsung.
Kunjungan Gubernur Helmi Hasan ke Kecamatan Enggano bukan hanya menjadi kegiatan seremonial belaka, tetapi juga membawa pesan penting bahwa pembangunan Bengkulu harus dimulai dari pinggiran, dari pulau terluar, dan dari masyarakat yang selama ini kurang terjangkau oleh arus pembangunan.
Dengan semangat inklusif dan pemerataan, Gubernur Bengkulu bertekad menjadikan Enggano sebagai model pembangunan terpadu berbasis potensi lokal dan kehadiran nyata negara di setiap jengkal wilayah.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra