TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<<>>>> Kesadaran untuk menjaga kebersihan pantai menjadi hal mendasar yang harus dimiliki setiap pengunjung. Tidak hanya demi menjaga estetika dan kenyamanan, tetapi juga untuk melindungi ekosistem laut yang rapuh dan penting bagi kehidupan. Pemerintah Kota Bengkulu, melalui berbagai upaya, terus mendorong masyarakat dan wisatawan agar lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, khususnya di kawasan wisata Pantai Panjang.
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing secara konsisten menyuarakan pentingnya kesadaran lingkungan kepada masyarakat. Salah satu fokus utama mereka adalah mengajak semua pihak menjaga kebersihan Pantai Panjang yang menjadi ikon wisata kota ini.
"Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga kota ini? Kota Bengkulu milik kita bersama, dan sudah seharusnya kita merawatnya. Jangan menunggu orang lain, mari kita mulai dari diri sendiri," ujar Wali Kota Dedy Wahyudi dalam salah satu imbauannya kepada warga, belum lama ini.
Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Meski berbagai imbauan telah disampaikan, masih saja ditemukan sejumlah pengunjung yang membuang sampah sembarangan. Padahal, tempat sampah sudah disediakan di beberapa titik strategis di sepanjang kawasan pantai. Ulah sebagian oknum ini menyebabkan kawasan pantai menjadi kotor, kumuh, bahkan menimbulkan bau tak sedap akibat tumpukan sampah plastik, sisa makanan, dan limbah lainnya.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin, juga menyayangkan kondisi ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi, namun tetap diperlukan partisipasi aktif masyarakat.
“Kita terus mengimbau para pengunjung Pantai Panjang untuk tidak membuang sampah sembarangan. Kalau sudah menggunakan area sekitar pantai untuk duduk atau beraktivitas, tolong sampahnya dibuang ke tempat yang sudah disediakan,” tegas Nina, Rabu (23/7/2025).
Menurut Nina, upaya menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau petugas kebersihan semata. Semua pihak, termasuk wisatawan dan pedagang di sekitar pantai, memiliki peran penting dalam menciptakan kawasan wisata yang bersih, nyaman, dan lestari.
Tak jarang petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pariwisata bekerja ekstra membersihkan area pantai setiap hari. Namun jika kesadaran masyarakat tidak tumbuh, usaha tersebut seperti menguras air di lautan.
“Sudah dibersihkan pagi, sorenya kotor lagi. Ini bukan soal tenaga atau alat, tapi kesadaran. Kalau mental masyarakat tidak berubah, kita akan terus berputar di masalah yang sama,” tambah Nina.
Wali Kota Dedy Wahyudi bahkan sempat terlihat geram saat mendapati tumpukan sampah kembali menumpuk di salah satu sudut pantai yang baru saja dibersihkan. Ia mengingatkan bahwa pembangunan kota bukan hanya soal fisik, tetapi juga mencakup perubahan pola pikir dan budaya masyarakat.
“Masyarakat harus lebih dewasa dalam menyikapi kebersihan. Kita bisa buat tempat wisata indah, fasilitas lengkap, tapi kalau masih buang sampah sembarangan, semua itu percuma,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari komunitas pecinta lingkungan, pelajar, mahasiswa, hingga pelaku usaha pariwisata, untuk aktif dalam kegiatan bersih-bersih pantai yang rutin dilakukan oleh pemerintah maupun organisasi lokal.
Menjaga kebersihan pantai bukan hanya soal estetika, melainkan juga bentuk kecintaan terhadap alam dan kota tempat tinggal. Karena itu, sudah saatnya kesadaran kolektif tumbuh, agar Pantai Panjang dan kawasan wisata lainnya di Bengkulu dapat dinikmati oleh generasi mendatang dalam kondisi yang tetap indah dan terjaga.
Jika semua pihak bisa bahu-membahu menjaga kebersihan, bukan tidak mungkin Bengkulu akan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang dikenal bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga kesadaran warganya dalam menjaga lingkungan.
Pewarta: Amg
Editing : Adi Saputra