Skip to main content

Kantor Lurah Sumur Meleleh Terbakar, Pemkot Bengkulu Pastikan Pelayanan Warga Tetap Berjalan

Kondisi Kantor Lurah Sumur Meleleh, Kota Bengkulu, pascakebakaran. Pemkot Bengkulu memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dan mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>   Musibah kebakaran yang melanda Kantor Lurah Sumur Meleleh, Kota Bengkulu, tidak menghentikan aktivitas pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu memastikan seluruh kebutuhan administrasi dan layanan publik tetap berjalan meski kondisi kantor mengalami dampak akibat kebakaran.

Pemkot Bengkulu bergerak cepat menyikapi kejadian tersebut. Pemerintah daerah meminta jajaran kelurahan tetap memberikan pelayanan kepada warga sambil menunggu langkah penanganan terhadap kondisi bangunan kantor yang terdampak.

Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bengkulu, Alex Periansyah, mengatakan pemerintah menyayangkan kejadian tersebut. Namun, situasi pascakebakaran tidak boleh membuat masyarakat kehilangan akses terhadap pelayanan pemerintahan.

Menurut Alex, koordinasi di tingkat kelurahan menjadi bagian penting agar aktivitas pemerintahan tetap berjalan. Lurah Sumur Meleleh juga diminta segera mengondisikan wilayah dan memastikan kebutuhan warga tetap terlayani.

“Pertama kita prihatin ya dengan kondisi ini. Namun untuk pelayanan tetap berjalan. Nanti akan segera kita sikapi, saya juga terus memantau kondisi di sana,” ujar Alex Periansyah kepada wartawan, Rabu (2/9/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah tidak ingin persoalan fasilitas kantor kemudian berdampak langsung terhadap pelayanan masyarakat. Karena itu, jajaran terkait diminta mencari langkah cepat agar fungsi pemerintahan di wilayah tersebut tetap berlangsung.

Selain penanganan terhadap kantor yang terbakar, Pemkot Bengkulu juga memberikan perhatian terhadap aspek keselamatan masyarakat. Kondisi cuaca yang cenderung kering dinilai dapat meningkatkan risiko munculnya sumber api apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Alex meminta seluruh camat dan lurah memperkuat kewaspadaan di wilayah masing-masing. Imbauan tersebut juga diharapkan diteruskan kepada masyarakat sehingga pencegahan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi dilakukan bersama-sama.

“Kita sama-sama menghimbau kepada seluruh lurah dan camat, tadi juga di kantor sudah kita sampaikan saat apel untuk waspada dengan kondisi saat ini,” katanya.

Alex mengingatkan, potensi pemicu kebakaran dapat muncul dari berbagai aktivitas sehari-hari. Kondisi lingkungan yang kering ditambah kelalaian dalam menggunakan sumber api maupun peralatan listrik dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

“Pemicu-pemicu api itu besar sekali, makanya kita harus waspada, cuaca kering dan lain sebagainya. Kepada warga masyarakat juga demikian, imbauan kita teruskan sampai ke bawah,” tegasnya.

Pemkot Bengkulu berharap seluruh perangkat pemerintahan di tingkat kecamatan dan kelurahan dapat menjadi penggerak dalam upaya pencegahan kebakaran. Edukasi kepada warga dinilai penting agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan api.

Di sisi lain, penanganan pascakebakaran di Kantor Lurah Sumur Meleleh akan menjadi perhatian pemerintah. Pemerintah daerah akan memantau kondisi di lapangan dan menyesuaikan langkah berikutnya berdasarkan kebutuhan.

Dengan tetap berjalannya pelayanan publik, Pemkot Bengkulu menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap akses administrasi pemerintahan. Koordinasi antara kelurahan, kecamatan dan pemerintah kota terus dilakukan untuk menjaga pelayanan tetap berlangsung sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra