TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Menjelang pergantian tahun 2024 ke 2025, Pasar Panorama Bengkulu dipadati pengunjung. Aktivitas di pasar tradisional yang menjadi pusat perbelanjaan utama ini meningkat drastis. Akibatnya, jalan-jalan sekitar pasar kerap mengalami kemacetan, terutama karena banyaknya pengunjung yang datang menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat, serta yang berjalan kaki.
Lonjakan jumlah pengunjung membawa suasana semarak sekaligus menjadi berkah bagi para pedagang. Salah satunya adalah Yanto, seorang pedagang buah rambutan, yang merasa sangat bersyukur atas meningkatnya transaksi di akhir tahun.
"Alhamdulillah, ada banyak pembeli sekarang. Mungkin mereka baru mendapat bonus akhir tahun atau bonus hari raya. Namun, saya juga dengar kabar soal kenaikan PPN menjadi 12%. Harapan kami, semoga pemerintah dapat mempertimbangkan kembali kebijakan itu agar tidak memberatkan," kata Yanto saat ditemui di lapaknya.
Pasar Panorama menawarkan beragam kebutuhan masyarakat, mulai dari bahan pokok, pakaian, hingga buah-buahan segar. Kehadiran pengunjung yang memadati pasar menjadi cerminan tingginya antusiasme masyarakat Bengkulu dalam menyambut tahun baru. Kondisi ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga malam pergantian tahun, dengan puncak keramaian terjadi pada sore hingga malam hari.
Namun, keramaian pasar tak lepas dari tantangan. Kemacetan di sekitar pasar menjadi perhatian utama. Pihak berwenang telah mengimbau warga agar tetap mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga ketertiban selama berbelanja. Hal ini diharapkan dapat membantu menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi semua pengunjung.
Meskipun pasar terlihat padat, para pedagang memanfaatkan momen ini sebaik-baiknya untuk mendongkrak penjualan. Tidak hanya pedagang besar, tetapi juga pedagang kecil ikut merasakan dampaknya. Rini, penjual kue tradisional, mengungkapkan kebahagiannya melihat lapaknya ramai dikunjungi pembeli.
"Kalau sudah begini, biasanya saya bisa untung lebih banyak dibanding hari-hari biasa. Tahun baru memang membawa rezeki lebih," ujar Rini.
Selain persiapan belanja untuk tahun baru, sebagian masyarakat juga menggunakan momen ini untuk melengkapi kebutuhan mereka jelang penerapan pajak baru yang rencananya akan berlaku di awal 2025. Hal ini turut meningkatkan transaksi di pasar tradisional.
Di tengah euforia masyarakat, pemerintah daerah diharapkan dapat terus memantau kondisi agar kemacetan dan kepadatan tidak mengganggu aktivitas warga. Selain itu, upaya untuk menyediakan fasilitas seperti tempat parkir tambahan atau penataan ulang jalur lalu lintas di sekitar pasar bisa menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Dengan semangat tahun baru yang semakin mendekat, Pasar Panorama Bengkulu bukan hanya menjadi pusat keramaian, tetapi juga simbol optimisme masyarakat dalam menghadapi 2025. Keberkahan bagi para pedagang dan keceriaan pengunjung menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan selalu ada, bahkan di tengah tantangan ekonomi.
Pewarta: AMG
Editing: Adi Saputra