TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>> Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kota Bengkulu sejak pagi hingga malam hari menyebabkan sejumlah kawasan dilanda banjir. Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Kelurahan Sukamerindu, Kecamatan Teluk Segara. Seperti yang sudah sering terjadi, RT 08 dan RT 09 kembali menjadi titik terparah akibat letaknya yang berada di dataran rendah.
Lurah Sukamerindu, Hendra Praja Dinata, seperti biasa, langsung turun ke lokasi begitu menerima laporan dari warga mengenai banjir yang mulai merendam rumah mereka. Kehadiran lurah di tengah masyarakat ini mendapat apresiasi dari warga yang terdampak.
“Sudah menjadi tanggung jawab kami sebagai aparat kelurahan untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terlebih saat mereka mengalami musibah seperti ini. Kami tidak ingin hanya duduk di kantor sementara warga butuh kehadiran dan bantuan langsung dari pemerintah,” ujar Hendra saat ditemui di lokasi banjir pada Jumat malam (1/8).
Menurut Hendra, genangan air mulai memasuki rumah-rumah warga sejak pukul 19.00 WIB, ketika hujan deras tak kunjung reda dan ditambah dengan kondisi air laut yang sedang pasang. Kombinasi cuaca ekstrem dan pasang air laut membuat saluran drainase yang ada tidak mampu menampung debit air yang melimpah.
“Wilayah RT 08 dan RT 09 memang menjadi langganan banjir setiap musim hujan. Topografi yang rendah dan minimnya saluran pembuangan membuat air mudah meluap. Ini sudah menjadi perhatian kami sejak lama, dan kami terus berupaya mencari solusi jangka panjang,” jelasnya.
Dalam peninjauan tersebut, Lurah Hendra juga mendata secara langsung jumlah warga dan rumah yang terdampak banjir. Ia meminta para Ketua RT untuk berkoordinasi secara intensif dan melaporkan setiap perkembangan kondisi di lapangan agar bantuan bisa segera disalurkan jika diperlukan.
Tidak hanya itu, Hendra juga memberikan imbauan kepada warga agar tetap siaga dan tidak panik menghadapi kondisi banjir ini. Ia menyarankan agar warga segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika ketinggian air terus meningkat.
“Kami sudah siapkan titik-titik evakuasi sementara apabila dibutuhkan. Saya juga mengimbau warga agar mengamankan barang-barang berharga dan dokumen penting sejak dini. Semoga air cepat surut dan tidak terjadi hal-hal yang membahayakan keselamatan,” tuturnya.
Sementara itu, warga setempat mengaku cukup tenang menghadapi banjir kali ini karena merasakan kehadiran langsung lurah dan aparat kelurahan yang sigap membantu.
“Sangat membantu sekali. Pak lurah tidak pernah absen setiap kali banjir. Kami merasa diperhatikan dan tidak dibiarkan sendiri,” ujang Asril , salah satu warga RT 08 yang rumahnya terendam setinggi lutut orang dewasa.
Ujang Asril berharap pemerintah kota dapat segera memperbaiki sistem drainase di wilayah mereka, agar peristiwa serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.
Menanggapi hal tersebut, Lurah Hendra mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengusulkan perbaikan infrastruktur lingkungan di kawasan rawan banjir, termasuk normalisasi saluran air dan pembangunan tanggul pengaman.
“Kami tidak tinggal diam. Dalam setiap musrenbang (musyawarah rencana pembangunan), kami selalu mengusulkan perbaikan saluran dan penanganan banjir sebagai prioritas. Semoga tahun depan bisa segera terealisasi,” kata Hendra optimistis.
Hingga berita ini diturunkan, banjir masih menggenangi sejumlah rumah, namun sudah mulai surut seiring meredanya hujan. Petugas dari kelurahan bersama warga masih terus memantau kondisi dan bersiap melakukan evakuasi jika dibutuhkan.
Pemerintah kelurahan juga terus mengingatkan warga agar menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat memperparah banjir.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra