Skip to main content

Malam Berbinar Bengkulu Tengah Hidupkan Kembali Sarafal Anam, Generasi Muda Jadi Sorotan

Malam Berbinar Bengkulu Tengah kembali digelar dengan penampilan Sarafal Anam dari Merigi Kelindang. Bupati Rachmat Riyanto dorong generasi muda lestarikan budaya daerah.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>> Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah kembali menghidupkan semarak budaya lokal melalui kegiatan Malam Berbinar yang kali ini menghadirkan pertunjukan seni tradisional Sarafal Anam. Kegiatan tersebut berlangsung meriah di halaman Kantor Bupati Bengkulu Tengah, Sabtu (02/05/2026), dengan penampilan utama dari grup Sarafal Anam asal Kecamatan Merigi Kelindang.

Acara ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda agar tidak melupakan identitas daerah. Sarafal Anam sendiri dikenal sebagai kesenian bernuansa religi yang sarat makna dan memiliki nilai historis tinggi di tengah masyarakat Bengkulu.

Kehadiran masyarakat yang memadati lokasi acara menjadi bukti bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat di hati publik. Iringan tabuhan rebana serta lantunan syair yang dibawakan para pemain muda sukses memukau penonton dan menghadirkan suasana khidmat sekaligus menghibur.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto, Sekretaris Daerah Tomi Marisi, Ketua TP PKK Susilo Damarini Rachmat, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Rachmat Riyanto menyampaikan rasa bangga atas antusiasme generasi muda yang turut ambil bagian dalam melestarikan seni budaya daerah. Ia menilai, keterlibatan anak-anak muda dalam Sarafal Anam menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan tradisi lokal di masa mendatang.

Menurutnya, potensi yang dimiliki para generasi muda Bengkulu Tengah sangat besar dan perlu terus diasah melalui pembinaan yang berkelanjutan. Ia juga menegaskan bahwa keunikan Sarafal Anam merupakan identitas khas daerah yang tidak dimiliki oleh banyak wilayah lain.

“Penampilan mereka sangat luar biasa. Usia mereka masih muda, tetapi sudah mampu menampilkan kesenian dengan kualitas yang membanggakan. Ini adalah aset daerah yang harus kita jaga bersama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati juga memberikan pesan khusus kepada para kepala desa dan perangkat daerah agar lebih serius dalam mendukung pengembangan bakat generasi muda di bidang seni budaya. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah desa dalam menciptakan ruang kreativitas bagi anak-anak muda.

“Perhatian dan pembinaan dari pemerintah desa sangat dibutuhkan. Mereka ini bukan hanya kebanggaan hari ini, tetapi juga harapan masa depan Bengkulu Tengah,” tambahnya.

Kegiatan Malam Berbinar sendiri dirancang sebagai agenda rutin yang tidak hanya menampilkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya. Pemerintah daerah berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat identitas masyarakat.

Sarafal Anam, yang menjadi ikon dalam kegiatan tersebut, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya. Dengan pengelolaan yang tepat, kesenian ini dapat menjadi bagian dari promosi daerah sekaligus meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan sosial antarwarga. Interaksi yang terjalin dalam suasana kebersamaan dinilai mampu memperkuat nilai-nilai gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Bengkulu Tengah.

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program yang berpihak pada pelestarian budaya lokal. Dukungan terhadap komunitas seni dan generasi muda akan terus diperkuat melalui berbagai kegiatan serupa di masa mendatang.

Dengan adanya Malam Berbinar, diharapkan Sarafal Anam tidak hanya bertahan sebagai tradisi, tetapi juga berkembang menjadi kebanggaan daerah yang melekat kuat di hati generasi penerus. Upaya ini menjadi langkah penting dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra