BENGKULU.TEROPONGPUBLIK.CO.ID>><<Pada dasarnya setiap masyarakat yang ada di muka bumi ini dalam hidupnya dapat dipastikan akan mengalami perubahan-perubahan. Adanya perubahan-perubahan tersebut akan dapat diketahui jika melakukan perbandingan dengan cara menelaah satu masyarakat pada masa tertentu yang dibandingan dengan keadaan masyarakat yang telah lampau. Perubahan-perubahan yang terjadi di ruang kehidupan masyarakat merupakan suatu proses yang akan berjalan terus menerus, artinya bahwa setiapa masyarakat pada realitan kehidupan akan mengalami perubahan-peruban baik secara terencana maupun tidak.
Yang juga mesti kita pahami bahwa tidak akan sama perubahan sosial disetiap masyarakat, hal ini dikarenakan akan ada perubahan masyarakat yang berubah secara cepat, dan ada juga perubahan itu berjalan secara lambat. Dalam hal ini maka ini tugas pemerintah untuk dapat mengantisipasi serta menjadikan perbedaan pergersaran perubahan sosial ini menjadi kekuatan pemerintah dalam melakukan perubahan-perubahan dalam tata kelola masyarakat. Pergantian tahun oleh sebagian orang dijadikan pintu masuk untuk melakukan perubahan dalam hidup, baik secara individu maupun secara sosial. Perubahan-perubahan itu tentunya bukan tanpa alasan, sebab diharapkan dalam pergantian ada hal baru serta terbarukan yang menjadikan diri jauh lebih baik, lebih dihargai dan lebih bermanfaat bagi diri sendiri serta orang lain. Perubahan sosial ini merupakan akibat dari adanya interaksi manusia dengan manusia dan kelompok dengan kelompok. Dalam hal ini, memiliki arti bahwa masyarakat selalu melakukan interaksi sosial, maka sebuah perubahan sosial tidak bisa di hindari dan sebuah kepastian.
Kilas balik di tahun 2020 misalkan begitu banyak perubahan sosial yang sangat menjengangkan bukan saja perasaan melainkan juga daya fikir. Perubahan sosial ini salah satunya disebabkan oleh para elit yang secara sosial belum mampu menjadi jendela-jendela suritauladan bagi masyarakat. Begitu cepat perubahan sosial dikarenakan kepentingan para elit yang menjadikan masyarakat gusar serta khawatir dengan prilaku dan semua aktifitas. Yang semestinya para elit Negara ini di masyarakat menjadi pengayom, penenang serta penentu arah perubahan sosial kepada kebaikan dan perbaikan kehidupan.
Kita masih dalam suasan pandemi covid 19, yang secara sporadis merupakan prilaku sosial kita semua yang perubahan itu menjadi begitu banyak multi tafsir, multi prilaku dan multi kebijakan tak menentu. Hal ini memperlihatkan bahwa kita semua tidak siapa untuk melakukan perubahan dan juga berubah dalam kehidupan. Harus kita akui bahwa pademi covid 19 memaksakan kita semua untuk menerima semua perubahan sosial di masyarakat, ragam persoalan secara cepat silih berganti datang. Kadang mengakibatkan kita semua menjadi bodoh dan samapai pada titik nadir pasrah dengan keadaan. Yang terjadi tatanan kehidupan bergeser yang hal ini kemungkin tidak akan kembali ketika pademi ini telah tiada dan bisa jadi kegiatan yang dilakukan akan terusvsesuai dengan protokol kesehatan dan akan menjadi kebiasaan.
Pademi covid 19 menghantarkan tahun 2021 kepada pintu gerbang perubahan sosial, walaupun belum dapat meyakinkan kepada suasana dan keadaan masyarakat dalam melakukan dan menjalankan perubahan sosial secara signifikan dan masiif. Tapi disisi lain pademi Covid 19 telah menghantarkan kita untuk bisa menafsirkan perubahan sosial yang akan terjadi kedapan dan juga sebagai spionase dalam menentukan langkah-langka perjalanan di tahun 2021. Hal ini yang memberangkat kita sebagai masyarakat untuk siap dalam menyikapi sirkulasi perubahan sosial. Di lain sisi kita sudah menyiapkan kedaraan sebagai alat angkut dalam setiap perubahan sosial yang menjadikan kita mampu bahkan mapan dalam setiap mengalami perubahan sosial dalam masyarakat secara cepat dan tepat.
John Luwis Gillin dan John Philip Gillin mendefinisakan perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima karena adanya perubahan kondisi geografi, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya difusi atau penemuan-penemuan baru dalam masyarakat. Definisi tersebut semua telah berjalan secara konvensional walaupun dalam perjalanannya mengalami persoalan-persoalan yang sebenarnya menjadikan perubahan sosial itu sendiri menjadi diterima ataa bahkan menjadi berkembang. Tapi beda untuk kedepan bahwa perubahan sosial ini akan berubah dengan cepat, yang perubahan itu hanya bersentuhan dan bertemu secara virtual yang sebelumnya tidak diterima bahkan di tolak oleh sebagian besar masyarakat.
Modal Perubahan Sosial Pademi Covid 19
Berdasarakan hasil survey soal demografi dampak covid-19 yang laksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 diketahui bahwa sebanyak 80,20% responden menyatakan mereka sering/selalu mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan masker, sekitar 72% responden yang selalu atau teratur menjaga jarak fisik dalam seminggu terakhir, 82,52% responden selalu menghindari transportasi umum (termasuk transportasi online), dan sebanyak 42% responden mengaku mengalami peningkatan aktivitas belanja online selama Covid-19.
Dari hasil survey tersebut terlihat bahwa ada perubahan sosial di tengan pademi Covid-19, perubahan itu adalah kebiasan-kebiasaan baru dalam perubahan prilaku sosial masyarakat yang terjadi dalam kehidupan. Ini memperilihatkan serta menggambarkan kepedulian nilai-nilai kesehatan, berdampak pada kehidupan manusia yang berprilaku kemanusiaan serta melakukan proses pensucian fisik yang akan berdampak pada prilaku sosial kemasyarakatan. Perubahan ini menjadikan modal utama di tahun 2021 untuk melakukan perubahan sosial walaupun akan banyak perubahan-perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat yang kemungkinan akan menjadi perubahan mendasar yang akan berpengaruh kepada perubahan-perubahan yang lainnya dalam kehidupan.
Perubahan Prilaku Sosial 2021Sebenarnya dengan modal sosial yang besar di bingkai dalam berbagai macam budaya dan agama di negeri ini sudah semestinya siap dalam bentuk perubahan apapun termasuk di dalamnya perubaha sosial. Kita juga harus sadari bahwah perubahan sosial yang adapun butuh dan memerlukan navigator yang faham serta memiliki ketulusan dalam melakukan perubahan tidak ada politisasi dan kepentingan melainkan yang ada adalah untuk pentingan dan kebaikan bersama yaitu kebaikan Bangsa, Negara yang di Bingkai dalam kekayaan perbedaan Suku, Ras dan Agama.
Perubahan sosial tahun 2021 yang sangat di pengaruhi perubahan dinamika nilai-nilai keagamaan, pendidikan, politik, ekonomi, dan seni budaya yang terus menggeser dan menggerus kehidupan sosial asli dari masyarakat Indonesia. Selain itu hari perubahan sosial begitu besar dipengaruh oleh keadaan serta kekuatan eksternal yang ini didukung keadaan pendemi covid 19, yang menjadi alasan kuat dalam melakukan perubahan-perubahan kebijakan sehingga terjadi dis-orientasi (salah arah) dan pembiasan tujuan kehidupan bahkan tujuan kehidupan sosial itu sendiri.
Perubahan sosial yang akan terjadi pada tahun 2021 ini semakin komplek dan terbarukan. Digitalisasi, virtualisasi serta daringisasi dalam kegiatan serta pertemuan-pertamuan akan semakin merenggangnya nilai sosial manusia dengan manusia lainnya, memberikan peluang dan ruang tersekatnya kebersamaan dalam masyarakat sehingga multi tafsir tentang kehidupan sosial akan semakin tajam dan mendalam.
Krisis keteladan yang terjadi hari ini menjadikan perubahan sosial sering terseok-seok dan terkesan sangat sulit diterima dalam masyarakat. Keteladanan yang harus diharikan oleh para elti agamawan memudar bahkan membiasakan pemaaman agamana seseorang, dualism pemikiran tentang pemahaman agama bukan menjadi kekayaan pengetahuan yang tejadi menjadi alat politik dalam menetapkan dan melanggengkan kekuaasaan. Sehingga dalam politik terkesan legal yang di namakan politik transaksional yang ini sangat mempengaruhi perubahan sosial di masyarakat.
Para cedikawan yang diharapkan mampu memberikan narasi yang baik, baik dalam persoalan keagamaan, politik dan segala persoalan bangsa negarapun hari ini hanyut menjadi alat juga dalam dunia kepentingan sesaat. Ketika cedikawan mulai memperoses dirinya dalam keilmuan sebenar maka akan menjadi musuh bersama, dan ini juga menjadikan salah satu yang akan mempengaruhi perubahan sosial di negeri ini. Yang lebih parah lagi para jurnalis hari ini pun sangat tumpul tidak tajam apalagi nilai independen kabur dan pudar, padahal media adalah alat yang sangat efektif, efesian dan massif dalam mempengaruhi perubahan-perubahan prilaku sosial di masyarakat akar rumput, walupun disisi lain begitu banyak lahir jurnalis media sosial yang pemberitaan ini sangat sulit dipertanggung jawabkan.
Perubahan sosial dimasyarakat dan bangsa ini pada tahun 2021 juga akan sangat di pengaruhi oleh prilaku, kerja dan keteladanan para pengusaha, birokrat, kelompok-kelompok profesional, pendidikan, pekerja sosial, budayawan, tentera, polisi dan para aktivisi baik itu mahasiswa maupun pelajar. Dan disinilah saatnya membuktikan bahwa bangsa Indonesia ini besar, besar karena persatuan dan kesatuannya serta besar karena nilai kegotong royongannya.
Dan akhirnya, kita harus menerima keadaan ini sebagai bentuk nilai pendidikan dalam kehidupan sosial dalam menyikapi perubahan sosial yang sangat massif dan beranekaragam ini. Dan kita terus berupaya melakukan penguatan nilai-nilai sosial kemanusian dalam berbagai bentuk dan tindakan. Nilai-nilai pendidikan perubahan sosial ini harus terus kita sampaikan di keluarga dan masyarakat disekiling kita dan pada lembaga-lembaga pendidikan baik formal maupun non formal. Edukasi nilai-nilai sosial juga harus dilakukan pada iri sendiri, keluarga dan masyarakat sehingga mampu menerima perbedaan. Tetapi juga terus untuk mencari kebenaran dan kebaikan dalam perbedaan tersebut sehingga dengan sendirinya akan siap menerima dan menjalankan setiap perubahan sosial yang terjadi.
Hasbullah
Mahasiswa Program Doktor Pasca Sarjana IAIN Bengkulu