TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pembukaan Festival Tabut 2026 berlangsung semarak di kawasan Sport Center Pantai Panjang, Kota Bengkulu. Ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara turut menyaksikan dimulainya salah satu agenda budaya terbesar di Provinsi Bengkulu yang menjadi simbol pelestarian tradisi dan identitas daerah.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K., hadir langsung bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, tokoh adat, serta berbagai elemen pemerintahan dan masyarakat.
Kehadiran Kapolda Bengkulu menjadi bukti dukungan penuh Kepolisian Republik Indonesia terhadap pelestarian budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Bengkulu. Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai budaya, kehadiran Polri juga menunjukkan komitmen dalam menjaga stabilitas keamanan selama rangkaian Festival Tabut berlangsung.
Festival Tabut sendiri merupakan tradisi budaya yang telah menjadi ikon Bengkulu dan setiap tahunnya mampu menarik perhatian wisatawan lokal maupun luar daerah. Berbagai pertunjukan seni, budaya, pameran UMKM, hingga kegiatan religi menjadi bagian dari rangkaian acara yang digelar selama festival berlangsung.
Kapolda Bengkulu menyampaikan bahwa Festival Tabut bukan sekadar agenda hiburan tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus meningkatkan kebersamaan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Festival Tabut membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk masyarakat yang hadir untuk menjaga suasana tetap aman dan kondusif. Oleh karena itu, jajaran Polda Bengkulu bersama instansi terkait telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan guna memastikan seluruh kegiatan berjalan lancar tanpa gangguan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Festival Tabut 2026 dengan menjaga ketertiban umum, menghormati sesama pengunjung, dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan panitia maupun petugas keamanan,” ujarnya.
Pengamanan yang dilakukan tidak hanya terfokus pada lokasi utama kegiatan, tetapi juga mencakup area parkir, jalur lalu lintas, pusat keramaian, hingga titik-titik strategis yang menjadi lokasi berkumpulnya masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengunjung.
Selain aspek keamanan, Festival Tabut juga dinilai memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran ribuan pengunjung memberikan peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan berbagai produk unggulan Bengkulu, mulai dari kuliner khas hingga kerajinan tangan.
Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap Festival Tabut 2026 dapat menjadi magnet wisata budaya yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Bengkulu kepada masyarakat luas.
Suasana pembukaan festival berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni budaya yang memukau. Antusiasme masyarakat terlihat sejak sore hari hingga malam pembukaan berlangsung. Berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, tampak memadati area kegiatan untuk menyaksikan rangkaian acara pembukaan.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, serta masyarakat, Festival Tabut 2026 diharapkan dapat berlangsung sukses dan menjadi ajang pelestarian budaya yang semakin memperkuat citra Bengkulu sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan kearifan lokal.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra