Skip to main content

P3AP2KB Benteng Gaspol Tekan Stunting, Gerakan Genting Diperkuat

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah menggelar rapat koordinasi TPPS dan pembinaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) untuk mengevaluasi perkembangan penanganan stunting serta memperkuat kolaborasi lintas sektor di Ruang Rapat Bupati Bengkulu Tengah.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah terus mengintensifkan berbagai langkah untuk menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak. Salah satu upaya yang dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), pembinaan keluarga, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

Komitmen tersebut dibahas dalam Rapat Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) sekaligus Pembinaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) Kabupaten Bengkulu Tengah. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Bupati Bengkulu Tengah.

Pertemuan ini menjadi momentum untuk mengevaluasi hasil program yang telah berjalan sekaligus merumuskan langkah lanjutan agar penanganan stunting semakin efektif. Pembahasan melibatkan berbagai unsur pemerintahan dan pemangku kepentingan, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa.

Rapat dihadiri Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan yang mewakili Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah Bengkulu Tengah. Turut hadir Kepala Dinas P3AP2KB, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan, Dinas PMD, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Pertanian, PUPR, Perkim, Dinas Sosial, Kominfotik, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Sejumlah unsur pendukung lainnya juga mengikuti kegiatan tersebut, di antaranya Ketua IPKB Bengkulu Tengah, Kepala Baznas, para camat, kepala puskesmas, Ketua Apdesi, Ketua Pokja IV TP PKK, penyuluh keluarga berencana, tenaga teknis OPD, petugas pengelola data dan informasi, serta insan pers.

Dalam pembahasan evaluasi, pemerintah daerah memaparkan perkembangan jumlah balita stunting di Kabupaten Bengkulu Tengah yang menunjukkan tren penurunan selama beberapa periode terakhir.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat, jumlah kasus stunting pada Agustus 2024 mencapai 319 kasus. Angka tersebut berkurang menjadi 258 kasus pada Agustus 2025. Selanjutnya, pada Februari 2026, jumlah balita stunting kembali turun menjadi 251 kasus.

Penurunan tersebut menjadi perkembangan positif bagi pemerintah daerah. Meski demikian, capaian itu tidak boleh membuat seluruh pihak berpuas diri. Pengawasan, pendampingan keluarga, pemenuhan kebutuhan gizi, serta pemeriksaan kesehatan ibu dan anak harus terus ditingkatkan.

Pemerintah menilai keberhasilan program tidak cukup hanya diukur melalui penurunan angka kasus, tetapi juga dari konsistensi pelayanan kesehatan, kualitas pengasuhan, dan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga.

Salah satu isu penting yang menjadi perhatian dalam rapat TPPS adalah pencegahan perkawinan usia anak. Persoalan tersebut dinilai berkaitan dengan upaya penurunan stunting karena kesiapan pasangan dalam membangun keluarga turut memengaruhi kesehatan ibu, kehamilan, serta perkembangan anak.

Perkawinan pada usia yang belum matang berpotensi menimbulkan berbagai persoalan apabila pasangan belum memiliki kesiapan fisik, psikologis, pendidikan, maupun kemampuan ekonomi. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kerentanan keluarga ketika menghadapi kehamilan dan menjalankan tanggung jawab pengasuhan.

Karena itu, edukasi kepada generasi muda perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama di lingkungan sekolah tingkat SMP dan SMA. Materi penyuluhan diharapkan tidak sebatas memberikan larangan, tetapi juga membangun pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, perencanaan masa depan, tanggung jawab rumah tangga, serta pentingnya kesiapan menjadi orang tua.

Pelaksanaannya akan melibatkan penyuluh KB, tenaga kesehatan, penyuluh agama, guru, dan unsur masyarakat. Dengan pendekatan bersama, remaja diharapkan memiliki pengetahuan yang cukup sebelum mengambil keputusan terkait kehidupan berkeluarga.

Selain itu, pencatatan perkawinan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan turut menjadi perhatian. Pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat diharapkan aktif memberikan pemahaman mengenai pentingnya administrasi perkawinan demi kepastian hukum serta perlindungan hak perempuan dan anak.

Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat yang mewakili Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah Bengkulu Tengah menegaskan bahwa penurunan stunting harus menjadi tanggung jawab bersama. Menurutnya, langkah pencegahan perlu dilakukan sejak awal dengan melibatkan seluruh unsur yang memiliki keterkaitan dengan pembangunan keluarga.

Ia menekankan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri karena persoalan stunting membutuhkan dukungan sektor kesehatan, pendidikan, pemerintahan desa, keluarga berencana, keagamaan, hingga partisipasi masyarakat.

Edukasi mengenai risiko perkawinan usia anak dan tanggung jawab setelah berkeluarga juga perlu menjadi perhatian bersama. Dengan demikian, pencegahan dapat dimulai sebelum muncul persoalan kesehatan maupun masalah pengasuhan dalam keluarga.

Sementara itu, Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Bengkulu Tengah sekaligus Sekretaris TPPS, Gunawan Suryadi, S.Sos., M.AP., menjelaskan bahwa perkembangan penanganan stunting di daerah tersebut menunjukkan hasil yang menggembirakan sejak 2024.

Gunawan menyampaikan bahwa berdasarkan data Dinas Kesehatan yang dihimpun dari 20 puskesmas, jumlah kasus stunting mengalami penurunan hingga Februari 2026 menjadi 251 kasus.

Melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam membantu keluarga yang membutuhkan perhatian khusus. Gerakan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial untuk mendukung pemenuhan kebutuhan anak, terutama yang berisiko mengalami gangguan pertumbuhan.

Sinergi pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat diharapkan mampu memperluas jangkauan bantuan serta pendampingan keluarga.

Pemkab Bengkulu Tengah berharap seluruh program yang telah dirancang dapat berjalan secara berkesinambungan, tepat sasaran, dan disertai pemantauan berkala. Dengan kerja sama yang kuat, percepatan penurunan stunting diharapkan tidak hanya menjadi target angka, tetapi juga menghasilkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Upaya tersebut sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam mempersiapkan sumber daya manusia Bengkulu Tengah yang lebih unggul pada masa mendatang.

(adv)

Pewarta : Rizon

Editing : Adi Saputra