Skip to main content

Panen Kopi Mulai Berlangsung, Stabilitas Harga Dinilai Meningkat Kesejahteraan Masyarakat Lebong ‎

Panen Kopi Mulai Berlangsung, Stabilitas Harga Dinilai Meningkat Kesejahteraan Masyarakat Lebong ‎

TEROPONGPUBLIK.CO.ID — Setelah beberapa bulan lalu masyarakat petani di Kabupaten Lebong menyelesaikan panen padi, saat ini para petani mulai memasuki musim panen kopi di sejumlah wilayah sentra perkebunan Petani.

‎Dari pantauan di lapangan, aktivitas petani terlihat mulai ramai memetik buah kopi merah yang telah matang di kebun-kebun milik masyarakat.

‎Sementara itu, harga kopi di tingkat petani masih relatif stabil, sehingga memberikan harapan bagi masyarakat untuk memperoleh pendapatan yang baik dari hasil panen tahun ini.

‎Sektor pertanian, khususnya padi dan kopi, selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Lebong. Setelah panen padi beberapa bulan lalu membantu kebutuhan pangan masyarakat, kini panen kopi diharapkan kembali mendorong perputaran ekonomi di desa-desa.

‎Berdasarkan perhitungan di tingkat petani, jika hasil penjualan kopi mencapai sekitar Rp50 juta per ton, maka petani yang menghasilkan 1 ton kopi berpotensi memperoleh pendapatan kotor sekitar Rp50 juta dalam satu musim panen.

‎Bahkan sebagian petani dengan kondisi kebun yang produktif mampu menghasilkan hingga sekitar 2 hingga 3 ton kopi, sehingga potensi pendapatan kotor bisa mencapai Rp100 juta hingga Rp150 juta per musim panen.

‎Kondisi ini dinilai menjadi salah satu fakta di lapangan yang menunjukkan bahwa ekonomi masyarakat berbasis pertanian masih bergerak, sehingga tidak sepenuhnya sejalan dengan isu yang menyebutkan bahwa tingkat kemiskinan masyarakat semakin meningkat.

‎Meski demikian, masyarakat tetap berharap pemerintah daerah terus memberikan dukungan kepada petani, baik dalam bentuk bantuan pertanian, peningkatan kualitas produksi, maupun program pemberdayaan ekonomi.

‎Dengan dukungan yang tepat, masyarakat berharap sektor pertanian di Kabupaten Lebong dapat terus berkembang sehingga petani semakin mandiri dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat.
Pewarta: Harlis Sang Putra 
Editing: Adi Saputra