TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Upaya menghidupkan kembali daya tarik kawasan wisata Pantai Panjang di Kota Bengkulu terus diperkuat melalui berbagai gerakan berbasis partisipasi masyarakat. Salah satu langkah nyata terlihat dalam pelaksanaan Gerakan Membersihkan Pantai Rame-rame (GEMPAR) yang digelar pada Jumat pagi (6/2/2026).
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam menata ruang wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Sejak pagi hari, ratusan orang dari berbagai latar belakang memadati kawasan pesisir. Aparat TNI dan Polri, aparatur sipil negara dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), komunitas pecinta lingkungan, pelajar, hingga warga sekitar tampak menyatu dalam satu barisan. Mereka menyusuri garis pantai, mengumpulkan sampah plastik, botol bekas, hingga sisa-sisa limbah rumah tangga yang kerap terbawa arus laut atau ditinggalkan pengunjung.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, yang turut hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa kebersihan kawasan Pantai Panjang merupakan prioritas utama dalam pembangunan sektor pariwisata. Menurutnya, pantai ini adalah ikon kota yang memiliki potensi besar untuk menjadi lokomotif ekonomi daerah jika dikelola secara konsisten dan berkelanjutan.
“Pantai Panjang bukan hanya ruang rekreasi, tetapi juga etalase wajah Kota Bengkulu. Jika kawasan ini bersih dan nyaman, maka kepercayaan wisatawan akan meningkat. Dampaknya bukan hanya pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada perputaran ekonomi masyarakat,” ujar Dedy di sela-sela aksi bersih pantai.
Ia menambahkan, persoalan sampah di kawasan wisata tidak bisa diselesaikan hanya dengan kerja pemerintah. Kesadaran kolektif masyarakat menjadi kunci utama. Tanpa partisipasi aktif warga dan pelaku usaha di sekitar pantai, upaya penataan akan selalu bersifat sementara. Karena itu, GEMPAR dirancang sebagai gerakan yang melibatkan banyak pihak agar tumbuh rasa memiliki terhadap lingkungan pesisir.
Pantai Panjang sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi favorit di Bengkulu karena memiliki garis pantai yang panjang dengan pemandangan laut lepas.
Di sepanjang kawasan ini, berdiri puluhan lapak UMKM yang menjual aneka kuliner khas, minuman, hingga kerajinan lokal. Aktivitas ekonomi tersebut sangat bergantung pada kenyamanan pengunjung. Ketika lingkungan kotor, minat wisatawan menurun, dan otomatis pendapatan pedagang ikut terdampak.
Bagi pelaku usaha kecil, gerakan kebersihan seperti GEMPAR memberi harapan baru. Dengan lingkungan yang lebih tertata, mereka optimistis jumlah pengunjung akan meningkat, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Kondisi ini membuka peluang bagi terciptanya lapangan kerja, mulai dari sektor kuliner, jasa parkir, hingga penyewaan wahana permainan pantai.
Selain berdampak langsung pada ekonomi, kegiatan ini juga memiliki nilai edukatif. Anak-anak muda yang terlibat dalam aksi bersih pantai belajar bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Tidak hanya menunggu petugas kebersihan, tetapi juga dimulai dari kebiasaan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Pemerintah Kota Bengkulu berencana menjadikan GEMPAR sebagai program berkelanjutan yang digelar secara rutin di berbagai titik wisata, tidak hanya di Pantai Panjang. Langkah ini diharapkan mampu membentuk budaya baru di tengah masyarakat, di mana kebersihan tidak lagi dianggap sebagai beban, melainkan kebutuhan bersama.
Dengan pesisir yang bersih, tertata, dan ramah pengunjung, Pantai Panjang berpotensi menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif sekaligus ruang publik yang sehat. Dalam jangka panjang, upaya ini diyakini mampu memperkuat posisi Bengkulu sebagai destinasi wisata unggulan di wilayah barat Sumatra, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra