TEROPONGPUBLIK.CO,ID <<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu kembali memperkuat langkah penataan ruang publik untuk mengatasi persoalan kemacetan, parkir tidak tertib, serta penggunaan fasilitas umum yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi turun langsung melakukan pemantauan sekaligus penertiban di sejumlah titik ruas jalan pada Rabu (7/10/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas berbagai laporan warga yang mengeluhkan akses jalan semakin sempit akibat kendaraan yang parkir sembarangan dan aktivitas usaha yang menggunakan area milik jalan.
Dalam kegiatan lapangan itu, Dedy Wahyudi turut didampingi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu Sahat Marulitua Situmorang, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Yudi Susanda, jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta sejumlah pejabat dan perangkat daerah terkait.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Pemkot Bengkulu adalah pola parkir kendaraan di badan jalan. Keberadaan kendaraan yang diparkir hingga dua lapis dinilai berpotensi mempersempit ruang gerak kendaraan dan menyebabkan arus lalu lintas tersendat.
Dedy meminta para juru parkir maupun pemilik kendaraan agar memperhatikan kondisi ruas jalan ketika mengatur posisi parkir. Pemerintah, kata dia, tetap mempertimbangkan kebutuhan masyarakat terhadap area parkir, tetapi penggunaannya harus dilakukan secara tertib.
Menurutnya, kendaraan cukup ditempatkan dalam satu baris sehingga sebagian badan jalan tetap dapat digunakan untuk lalu lintas. Penataan tersebut diharapkan mampu mengurangi titik-titik kemacetan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
"Kita banyak dapat laporan dari masyarakat terkait kesulitan untuk akses jalan. Pertama parkir, parkir itu jangan sampai dua baris, cukup satu baris saja," kata Dedy saat meninjau lokasi.
Selain parkir, pemerintah juga menyoroti keberadaan lapak maupun bangunan tambahan yang berdiri di atas atau menutupi saluran drainase.
Dedy meminta area drainase dibersihkan dan tidak digunakan sebagai tempat mendirikan bangunan. Saluran air yang tertutup atau tidak terawat dikhawatirkan menghambat aliran air ketika hujan turun.
Penataan drainase menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan perkotaan. Saluran air yang berfungsi dengan baik dapat membantu mengurangi risiko genangan sekaligus menjaga kawasan tetap bersih.
"Kedua, ini kan ada siring-siring, di sebelah sana disapu, dibersihkan. Jangan ada bangunan lagi di atas siring," tegasnya.
Pemkot Bengkulu menegaskan bahwa penataan bukan berarti melarang masyarakat menjalankan aktivitas ekonomi. Pedagang dan pemilik usaha tetap diperbolehkan berjualan selama kegiatan tersebut tidak menggunakan fasilitas umum secara berlebihan maupun mengganggu kepentingan pengguna jalan.
Pemerintah meminta pelaku usaha menyesuaikan posisi lapak atau barang dagangan agar berada di area yang diperbolehkan. Dengan demikian, aktivitas perdagangan dapat tetap berlangsung tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna jalan.
"Usaha boleh, tapi kita minta mereka bergeser sedikit ke dalam, jangan di bahu jalan. Kita imbau baik-baik supaya kota kita terlihat rapi," ujar Dedy.
Penertiban tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Bengkulu menciptakan ruang kota yang lebih tertata. Pemerintah tidak hanya menyasar persoalan parkir, tetapi juga memperhatikan kebersihan drainase, keberadaan PKL, serta bangunan atau fasilitas usaha yang masuk ke area Daerah Milik Jalan (Damija).
Pemkot berharap seluruh pihak dapat memahami bahwa fasilitas jalan merupakan ruang bersama yang harus dijaga dan digunakan sesuai ketentuan.
Melalui penertiban secara berkala dan pendekatan persuasif, pemerintah berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat. Juru parkir, pedagang, pemilik usaha, dan pengguna jalan diharapkan bersama-sama menjaga ketertiban agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.
Pemkot Bengkulu menargetkan penataan kawasan perkotaan dapat memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan warga. Jalan yang lebih tertib, drainase yang tidak tertutup, serta aktivitas usaha yang berada pada tempatnya diharapkan mampu mendukung terciptanya Kota Bengkulu yang semakin rapi, bersih, aman, dan nyaman.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra