TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Upaya menjaga kelestarian alam kembali ditegaskan melalui kegiatan pelepasan satwa endemik berupa burung serta penebaran bibit ikan di kawasan Danau Dendam Tak Sudah, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini menjadi simbol nyata kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk lebih aktif menjaga lingkungan.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Nasaruddin Umar bersama Dedy Wahyudi, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi dan Kota Bengkulu. Kehadiran para pemangku kepentingan ini memperlihatkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.
Kegiatan pelepasan burung ke habitat aslinya dan penebaran ribuan bibit ikan di perairan danau dilakukan secara simbolis. Langkah tersebut tidak hanya bermakna sebagai seremoni, tetapi juga menjadi bentuk komitmen konkret dalam menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan yang dikenal memiliki nilai ekologis penting tersebut.
Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai keimanan. Menurutnya, manusia memiliki tanggung jawab moral untuk merawat alam sebagai ciptaan Tuhan yang harus dijaga keberlangsungannya.
“Pelestarian lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi kewajiban seluruh umat manusia. Ini adalah bentuk rasa syukur kita kepada Sang Pencipta,” ujar Nasaruddin Umar.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif agar upaya pelestarian tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyampaikan bahwa Danau Dendam Tak Sudah bukan hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga nilai historis dan sosial bagi masyarakat Bengkulu. Kawasan ini menjadi salah satu ikon daerah yang perlu dijaga bersama agar tetap lestari dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Menurut Dedy, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama dalam melindungi habitat satwa serta menjaga kualitas air danau. Ia juga mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan sebagai investasi masa depan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama. Jika lingkungan terjaga, maka manfaatnya akan dirasakan oleh generasi mendatang,” ungkapnya.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan lingkungan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang berorientasi pada pelestarian alam, termasuk rehabilitasi ekosistem dan pengendalian kerusakan lingkungan.
Partisipasi masyarakat yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menambah semarak suasana. Mereka tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga bagian dari gerakan bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Antusiasme warga terlihat saat proses pelepasan burung dan penebaran ikan berlangsung.
Danau Dendam Tak Sudah sendiri dikenal sebagai kawasan konservasi yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Oleh karena itu, upaya pelestarian seperti ini dinilai sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mencegah kerusakan lingkungan yang dapat berdampak luas.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat. Pemerintah pun berharap langkah serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga kelestarian alam tetap terjaga demi kesejahteraan bersama.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait, pelestarian lingkungan bukan lagi sekadar wacana, melainkan menjadi gerakan nyata yang terus berkembang di tengah masyarakat.
Pewarta : AMG
Editing : Adi Saputra