Skip to main content

Pemkot Bengkulu Bergerak Cepat Atasi Kemacetan Truk Sampah akibat Kerusakan Akses Jalan TPA

Pemkot Bengkulu Bergerak Cepat Atasi Kemacetan Truk Sampah akibat Kerusakan Akses Jalan TPA

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  >>><<<Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mengambil langkah cepat untuk menangani persoalan antrean panjang kendaraan pengangkut sampah yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. Kemacetan itu dipicu oleh kerusakan jalan akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang semakin parah setelah diguyur hujan deras.

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Bengkulu sejak Jumat malam membuat kondisi jalan menuju TPA licin, berlubang, dan sulit dilalui truk pengangkut sampah. Akibatnya, proses pembuangan sampah ke TPA terhambat dan memicu antrean kendaraan yang mengular sepanjang jalur masuk lokasi tersebut.

Menindaklanjuti kondisi itu, pada Sabtu siang (22/11), Pj Sekda Kota Bengkulu Tony Elfian turun langsung ke lokasi bersama Kasatpol PP Sahat Marulitua Situmorang, Kepala BPBD I Made Ardana, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya. Kehadiran tim pemerintah ini bertujuan memastikan upaya perbaikan akses jalan ke TPA dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Tim gabungan dari DLH, Satpol PP, BPBD, PUPR, dan OPD lain dibantu masyarakat sekitar kemudian bergerak melakukan perbaikan darurat. Mereka membersihkan material lumpur, meratakan tanah, serta menutup titik-titik jalan yang rusak parah agar kendaraan dapat kembali melintas.

“Kita (Pemkot) bergerak cepat untuk menangani masalah ini agar operasional pengangkutan sampah kembali normal,” ujar Pj Sekda Tony Elfian di sela peninjauan. Ia menegaskan bahwa langkah cepat ini merupakan instruksi langsung dari Wali Kota Bengkulu yang meminta akses jalan TPA segera diperbaiki demi menghindari penumpukan sampah di wilayah kota.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu, Afriyenita, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk penanganan darurat, DLH segera menyewa alat berat berupa buldoser untuk mendorong tumpukan sampah dan lumpur yang menghambat jalan masuk ke TPA. Selain itu, DLH juga akan membeli tanah uruk dan batu sebagai material timbunan agar jalan yang rusak bisa segera dilewati.

“Dengan tanah uruk dan batu ini, diharapkan kendaraan pengangkut sampah dapat kembali melintas dengan lancar,” kata Afriyenita. Ia menambahkan, pemasangan material timbunan dilakukan secara bertahap untuk memastikan jalur benar-benar aman sebelum truk kembali beroperasi normal.

Tidak hanya fokus pada penanganan darurat, DLH juga menyiapkan solusi jangka panjang dengan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). DLH meminta agar PUPR melakukan pengerasan permanen pada akses jalan menuju TPA sehingga jalur tidak mudah rusak kembali, terutama saat musim hujan.

“Kami meminta bantuan Dinas PUPR untuk melakukan pengerasan jalan tersebut. Ini solusi jangka panjang agar jalan tidak mudah rusak lagi saat musim hujan,” ungkapnya.

Pemkot Bengkulu berharap kolaborasi lintas OPD ini dapat memastikan kelancaran akses menuju TPA serta mencegah terjadinya antrean truk sampah yang berpotensi menimbulkan penumpukan sampah di wilayah kota. Pemerintah juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang turut membantu proses perbaikan darurat, sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan kota.

Dengan upaya bersama ini, Pemkot optimistis operasional pengangkutan sampah segera kembali normal dan pelayanan kebersihan bagi masyarakat dapat berjalan tanpa hambatan.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra