TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada pelajar penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui Dinas Kesehatan, pengawasan dan peningkatan kualitas dapur di bawah naungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini diperketat agar makanan yang disalurkan benar-benar layak konsumsi dan bergizi seimbang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Neli Hartati, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 24 dapur SPPG yang beroperasi di berbagai titik di Kota Bengkulu. Seluruh dapur tersebut mendapatkan pendampingan, pembinaan, serta pelatihan rutin dari Dinas Kesehatan bersama pihak yayasan pengelola program.
“Pelatihan ini meliputi berbagai aspek, mulai dari keterampilan dasar dalam mengolah bahan pangan yang aman dikonsumsi, penerapan standar kebersihan dan higienitas dapur, hingga pemenuhan nilai gizi sesuai kebutuhan anak sekolah,” jelas Neli, Selasa (21/10/2025).
Ia menambahkan, pelatihan ini bertujuan agar setiap petugas dapur memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya higienitas dan kelayakan pangan sebelum makanan disajikan. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari strategi pencegahan dini terhadap risiko gangguan kesehatan, termasuk keracunan makanan yang bisa terjadi akibat pengolahan yang tidak tepat.
“Dengan adanya standar dan pengawasan yang ketat, kita berupaya memastikan keamanan pangan tetap terjaga. Selain itu, kami ingin memberikan edukasi berkelanjutan kepada pengelola dapur agar mutu pelayanan terus meningkat,” ujarnya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri merupakan salah satu inovasi Pemkot Bengkulu yang bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah dan mendukung semangat belajar siswa, terutama bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu. Program ini setiap hari menyalurkan makanan bergizi kepada ribuan pelajar di berbagai sekolah di Kota Bengkulu.
Hingga kini, berdasarkan data Dinas Kesehatan, tidak ditemukan kasus keracunan makanan selama pelaksanaan program MBG. Hal ini menjadi bukti bahwa penerapan standar kelayakan dan pelatihan berkelanjutan berjalan efektif di lapangan.
“Alhamdulillah, sejauh ini belum ada laporan kasus keracunan. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pihak yayasan, dan tenaga dapur berjalan baik. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut agar kualitas makanan yang diberikan kepada siswa tetap terjaga,” tambah Neli.
Ia juga menegaskan bahwa Pemkot Bengkulu akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap seluruh dapur SPPG secara berkala. Jika ditemukan kendala atau kekurangan, Dinas Kesehatan akan segera memberikan pembinaan agar standar mutu pelayanan tetap konsisten.
“Harapan kita, program MBG ini bukan hanya sekadar menyediakan makanan gratis, tetapi juga mampu meningkatkan kesehatan dan semangat belajar siswa di Kota Bengkulu. Dengan tubuh yang sehat dan gizi yang cukup, anak-anak kita bisa tumbuh menjadi generasi yang kuat dan cerdas,” pungkas Neli.
Dengan langkah berkelanjutan ini, Pemkot Bengkulu menunjukkan komitmen serius dalam memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar kesehatan, higienitas, dan keselamatan pangan yang tinggi.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra