TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pembangunan daerah berbasis data kependudukan. Pada Selasa (3/6), Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Bengkulu, Tony Elfian, bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu, Dewi Dharma, menghadiri kegiatan Penyusunan Peta Jalan dan Rencana Aksi Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) serta Pendampingan Penyusunan Target Indikator Program Bangga Kencana untuk dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah tahun 2025-2029.
Acara ini berlangsung di Ruang Pelatihan dan Pengembangan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, yang terletak di Jalan Pembangunan No. 10, Kelurahan Jembatan Kecil, Kota Bengkulu. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam merumuskan strategi pembangunan yang berkelanjutan, berbasis data demografi yang akurat dan relevan.
Dalam sambutannya, Tony Elfian menegaskan bahwa penyusunan dokumen GDPK dan integrasinya dalam perencanaan pembangunan daerah sangat krusial. Menurutnya, keberadaan GDPK bukan hanya sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi landasan penting dalam menyusun kebijakan pembangunan yang responsif terhadap dinamika kependudukan.
“Dengan adanya peta jalan dan rencana aksi yang jelas, kita dapat lebih terarah dalam menetapkan kebijakan. Ini penting untuk memastikan bahwa pembangunan yang kita lakukan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, terutama dalam aspek kependudukan dan kesejahteraan keluarga,” ungkap Tony.
Hal senada disampaikan Dewi Dharma yang menyatakan bahwa GDPK harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh pemangku kepentingan daerah. Ia juga menekankan pentingnya program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) sebagai salah satu pilar utama pembangunan sosial.
“Penyusunan indikator yang terukur dan realistis menjadi kunci keberhasilan program ini. Selain itu, pemahaman masyarakat, terutama orang tua dan remaja, tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga juga harus ditingkatkan melalui edukasi yang berkelanjutan,” jelas Dewi.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai hambatan yang selama ini dihadapi dalam implementasi kebijakan kependudukan, sekaligus merumuskan solusi konkret agar dokumen GDPK dapat diterapkan secara efektif di lapangan. Dengan pendekatan yang partisipatif dan melibatkan lintas sektor, diharapkan perencanaan pembangunan lima tahun ke depan akan lebih inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Melalui integrasi GDPK dan program Bangga Kencana ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah 2025-2029, Pemerintah Kota Bengkulu berharap dapat menciptakan pembangunan yang lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan. Langkah ini juga sejalan dengan target nasional dalam mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga Indonesia yang berkualitas.
Dengan demikian, kegiatan ini menjadi salah satu tonggak penting dalam proses perencanaan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat dan kualitas sumber daya manusia di Kota Bengkulu.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra